Berkah Mulia Mandiri (BITU) Mau IPO, Buka Harga Rp 131-140
JAKARTA, investor.id - PT Berkah Mulia Mandiri Tbk (BITU) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 550 juta saham atau 31,3%. Perseroan membuka harga penawaran di kisaran Rp 131-140 per saham sehingga nilai IPO ini sebanyak-banyaknya Rp 77 miliar.
Dalam prospektus awal Berkah Mulia Mandiri dijelaskan bahwa perseroan dapat melakukan perubahan rentang harga paling lambat 3 hari kerja sebelum batas waktu konfirmasi ada atau tidaknya perubahan informasi atau penyampaian informasi mengenai jumlah dan harga penawaran efek.
Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 20-25 Juli 2023. Perkiraan tanggal efektif di 31 Juli dan perkiraan masa penawaran umum pada 2-4 Agustus. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah NH Korindo Sekuritas.
Berkah Mulia Mandiri (BITU) juga secara bersamaan menerbitkan sebanyak-banyaknya 137,5 juta waran seri I secara gratis kepada para pemegang saham baru. Setiap pemegang 4 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I. Di mana setiap 1 waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan yang akan ditetapkan kemudian.
Pemegang saham BITU terdiri dari PT Mega Rahardja Investama 89,391%, Megawatie Cahyani 9,694%, Lasmono Imam Rahardjo 0,912%, dan Dave Natakusuma 0,002%.
Berkah Mulia Mandiri adalah perusahaan yang telah berdiri lebih dari 20 tahun dan telah berpengalaman di bidang perdagangan bitumen (aspal) dalam jumlah besar, di mana masih sedikit perusahaan sejenis yang ada saat ini (niche market), dengan pangsa pasar yang masih sangat besar.
Perdagangan Aspal
Pada awal didirikan di tahun 1999, BITU memulai kegiatan usahanya sebagai distributor pelumas industrial dan kapal. Sejalan dengan waktu, tahun 2001, perseroan mulai mengembangkan bisnisnya ke bisnis distribusi drummed bitumen. Sejak tahun 2004 perseroan mulai fokus sebagai distributor bitumen kepada pelanggan sekaligus penyedia jasa yang efisien dan profesional dalam mengelola terminal bitumen.
Kemudian, semenjak tahun 2023, perseroan hanya menjalankan bidang usaha dalam perdagangan bitumen (aspal) dan pengelola terminal bitumen. Hingga saat ini, perseroan telah memiliki lebih dari 200 mitra baik korporasi swasta maupun pemerintah. Perseroan saat ini mengoperasikan 4 terminal bitumen yang tersebar di Indonesia.
Saat ini, perseroan memiliki 2 perusahaan anak dengan kepemilikan langsung, yaitu PT Cosmic Berkah Mulia Mandiri dan PT Aspal Multi Sarana.
Seluruh dana dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, sekitar Rp 9,10 miliar akan digunakan untuk belanja modal Berkah Mulia Mandiri yang tergolong dalam capital expenditure (capex) yaitu sebagai pelunasan sebidang tanah. Sisanya akan digunakan untuk keperluan modal kerja yang tergolong dalam operating expenditure (opex), seperti biaya operasional, pembelian bahan baku pendukung, biaya logistik, pembayaran upah, maupun tunjangan tenaga kerja, dan biaya pemasaran produk perseroan.
Sedangkan dana yang diperoleh BITU dari pelaksanaan waran seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran maka seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan, seperti biaya operasional, pemasaran, dan pembelian prasarana penunjang proyek.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





