Minyak Reli Minggu Keempat Berturut-turut Dipicu Pengetatan Pasokan
BENGALURU, investor.id - Harga minyak melonjak hampir 2% pada Jumat (21/7/2023). Lonjakan tersebut membuat harga minyak mencatatkan kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Dipicu kekurangan pasokan dalam beberapa bulan mendatang dan meningkatnya ketegangan antara Rusia-Ukraina yang selanjutnya dapat menekan pasokan.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent berjangka naik US$ 1,43 (1,8%) menjadi menetap di US$ 81,07 per barel, dengan kenaikan mingguan sekitar 1,2%. Minyak mentah Intermediate West Texas AS berakhir US$ 1,42 (1,9%) lebih tinggi pada US$ 77,07 per barel, tertinggi sejak 25 April. WTI naik hampir 2% dalam seminggu.
Analis Price Futures Group Phil Flynn mengatakan, pasar minyak mulai perlahan menghargai krisis pasokan yang membayangi. "Pasokan global mulai mengetat dan itu bisa meningkat secara dramatis dalam beberapa minggu mendatang. Meningkatnya risiko perang juga bisa berdampak pada harga," kata Flynn.
Rusia menyerang fasilitas ekspor makanan Ukraina untuk hari keempat berturut-turut pada Jumat (21/7/2023). Serta, melakukan penyitaan kapal di Laut Hitam, dalam peningkatan ketegangan di wilayah tersebut sejak penarikan Moskow minggu ini dari perjanjian koridor laut aman yang ditengahi PBB.
Flynn menjelaskan, penghentian koridor biji-bijian dapat menekan pasokan etanol dan biofuel yang dicampur dengan produk minyak pada saat pasar biji-bijian global sudah mengetat. Sehingga akan menyebabkan kilang menggunakan lebih banyak minyak mentah.
Menurut Flynn, penyitaan kapal juga dapat menambah risiko ekspor minyak dan barang lainnya di wilayah tersebut. Kremlin pada Jumat (21/7/2023) mengatakan tindakan ‘tak terduga’ Ukraina menimbulkan bahaya bagi pengiriman sipil di Laut Hitam, dan situasi seputar ekspor Rusia memerlukan analisis.
Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan pada Rabu (19/7/2023), di AS, persediaan minyak mentah turun pada pekan lalu, di tengah lonjakan ekspor minyak mentah dan pemanfaatan kilang yang lebih tinggi. Sebelumnya pada hari Senin, EIA memperkirakan bahwa produksi minyak dan gas serpih AS kemungkinan akan menurun pada bulan Agustus untuk pertama kalinya tahun ini, menambah kekhawatiran akan keterbatasan pasokan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






