Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Reli Minggu Keempat Berturut-turut Dipicu Pengetatan Pasokan

Penulis : Indah Handayani
22 Jul 2023 | 09:40 WIB
BAGIKAN
kilang minyak
kilang minyak

BENGALURU, investor.id - Harga minyak melonjak hampir 2% pada Jumat (21/7/2023). Lonjakan tersebut membuat harga minyak mencatatkan kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Dipicu kekurangan pasokan dalam beberapa bulan mendatang dan meningkatnya ketegangan antara Rusia-Ukraina yang selanjutnya dapat menekan pasokan.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent berjangka naik US$ 1,43 (1,8%) menjadi menetap di US$ 81,07 per barel, dengan kenaikan mingguan sekitar 1,2%. Minyak mentah Intermediate West Texas AS berakhir US$ 1,42 (1,9%) lebih tinggi pada US$ 77,07 per barel, tertinggi sejak 25 April. WTI naik hampir 2% dalam seminggu.

Analis Price Futures Group Phil Flynn mengatakan, pasar minyak mulai perlahan menghargai krisis pasokan yang membayangi. "Pasokan global mulai mengetat dan itu bisa meningkat secara dramatis dalam beberapa minggu mendatang. Meningkatnya risiko perang juga bisa berdampak pada harga," kata Flynn.

ADVERTISEMENT

Rusia menyerang fasilitas ekspor makanan Ukraina untuk hari keempat berturut-turut pada  Jumat (21/7/2023). Serta, melakukan penyitaan kapal di Laut Hitam, dalam peningkatan ketegangan di wilayah tersebut sejak penarikan Moskow minggu ini dari perjanjian koridor laut aman yang ditengahi PBB.

Flynn menjelaskan, penghentian koridor biji-bijian dapat menekan pasokan etanol dan biofuel yang dicampur dengan produk minyak pada saat pasar biji-bijian global sudah mengetat. Sehingga akan menyebabkan kilang menggunakan lebih banyak minyak mentah.

Menurut Flynn, penyitaan kapal juga dapat menambah risiko ekspor minyak dan barang lainnya di wilayah tersebut. Kremlin pada Jumat (21/7/2023) mengatakan tindakan ‘tak terduga’ Ukraina menimbulkan bahaya bagi pengiriman sipil di Laut Hitam, dan situasi seputar ekspor Rusia memerlukan analisis.

Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan pada Rabu (19/7/2023), di AS, persediaan minyak mentah turun pada pekan lalu, di tengah lonjakan ekspor minyak mentah dan pemanfaatan kilang yang lebih tinggi. Sebelumnya pada hari Senin, EIA memperkirakan bahwa produksi minyak dan gas serpih AS kemungkinan akan menurun pada bulan Agustus untuk pertama kalinya tahun ini, menambah kekhawatiran akan keterbatasan pasokan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia