Investor Tajir Ini Masuk DPS Jumbo Bumi Minerals (BRMS)
JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) atau Bumi Minerals telah menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang sahamnya per 27 Juni 2023 yang dipublikasikan pada keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) belum lama ini.
“Bersama ini kami sampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek perseroan periode Juni 2023,” jelas Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Minerals (BRMS), Muhammad Sulthon dikutip Senin (24/7/2023).
Terungkap dari situ, kepemilikan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meningkat dibandingkan bulan Mei. Per akhir Juni, BUMI jadi menggenggam 7.069.991.500 saham atau 4,99% (meningkat 150 juta saham). Padahal di akhir Mei, jumlah yang dimiliki Bumi Resources masih 6.919.991.500 saham BRMS atau 4,88%.
Selain itu, dalam daftar pemegang saham (DPS) lebih dari 5% alias jumbo dari Bumi Minerals (BRMS), terdapat nama seorang investor lokal, yakni Sugiman Halim. Dia memiliki 11.555.888.888 saham atau 8,15%. Jumlahnya masih sama seperti di Mei.
Identitas mengenai Sugiman Halim masih minim terungkap ke publik. Hanya diketahui bahwa dirinya beralamat di Pantai Mutiara Pluit, Jakarta.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) atau Bumi Minerals ditutup di Rp 183 atau naik 0,55% pada perdagangan Jumat (21/7/2023) pekan lalu. Jika mengacu pada harga penutupan itu, maka nilai kepemilikan Sugiman Halim atas saham BRMS mencapai Rp 2,11 triliun.
Jumlah Pemegang Saham
Sementara itu, Emirates Tarian Global Ventures SPC – yang disebut-sebut entitas Grup Salim – masih mempunyai 25,1% saham Bumi Resources Minerals (BRMS) per akhir Juni, sama dengan bulan sebelumnya. 1st Financial Company juga tetap menggenggam 10,05% saham BRMS.
Adapun masyarakat memiliki 51,82% saham. Jumlah pemegang saham pada Juni berkurang 327 menjadi 45.255 pemegang saham. Pada Mei, jumlahnya 45.582 pemegang saham.
Sebelumnya diberitakan, IndoPremier Wealth Management melihat saham-saham yang berpotensi masuk atau tembus ke LQ45 yang di antaranya adalah saham BUMI dan BRMS. Selain itu ada ADMR, GGRM, ISAT, dan MAPI. Sementara yang berpotensi keluar, yakni TINS, SIDO, SCMA, JPFA, TPIA, EMTK.
“Estimasi announcement akan di-publish pada minggu depan & efektif per penutupan market di perdagangan 31 Juli 2023,” jelas mereka dalam reminder singkatnya.
Sebagaimana diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan melakukan review indeks LQ45 secara major setiap Januari dan Juli. Itu sebagaimana penjelasan dalam IDX Index Fact Sheet LQ45. Artinya, pada Agustus nanti akan ada perubahan major pada susunan pengisi indeks LQ45.
Berdasarkan IDX Index Fact Sheet LQ45, di situ disebutkan bahwa konstituen indeks ini merupakan pilihan dari indeks IDX80.
Di mana dipilih 45 saham dengan memperhatikan likuiditas, nilai transkasi, frekuensi, number of days of transactions in reguler market, free float market capitalization. Selain itu, fundamental, kinerja finansial, compliance, dan lainnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






