Jumat, 15 Mei 2026

Emas Kembali Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS

Penulis : Grace El Dora
25 Jul 2023 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Emas batangan dan uang kertas dolar AS dalam brankas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Heinz-Peter Bader/aa)
Emas batangan dan uang kertas dolar AS dalam brankas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Heinz-Peter Bader/aa)

CHICAGO, investor.id – Harga emas berjangka kembali terperosok pada akhir perdagangan Senin (Selasa WIB), sehingga memperpanjang penurunan tiga hari berturut-turut. Harga komoditas ini masih di level terendah dalam sepekan karena tertekan dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat sebelum keputusan kebijakan Federal Reserve (Fed) beberapa hari lagi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terpangkas 4,40 dolar AS atau 0,20% menjadi ditutup pada 1.962,20 dolar AS per ounce, penyelesaian kontrak paling aktif terendah sejak 17 Juli, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.969,80 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 4,30 dolar AS atau 0,22% menjadi 1.966,60 dolar AS pada Jumat (21/7), setelah jatuh 9,90 dolar AS atau 0,50% menjadi 1.970,90 dolar AS pada Kamis (20/7) dan tidak berubah di 1.980,80 dolar AS pada Rabu (19/7).

ADVERTISEMENT

Dolar AS menguat menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan dirilis pada Rabu (26/7). Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin (bps), tetapi investor juga akan mencari petunjuk langkah tersebut mungkin yang terakhir dari siklus kenaikan suku bunga.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,247% menjadi 101,330, sementara pasar berjangka memperkirakan suku bunga Fed akan naik menjadi 5,43% pada November dan tetap di atas 5,0% hingga Juni 2024.

"The Fed mungkin tidak akan menaikkan suku lagi pada pertemuan September setelah kenaikan minggu ini, tetapi dengan ekonomi AS dalam kondisi yang lebih baik untuk saat ini, euro menanggung beban kekuatan dolar yang luas," kata John Velis, kepala strategi makro Amerika di BNY Mellon Markets di New York dikutip dari Antara pada Selasa (25/7).

Pasar secara luas terfokus pada keputusan Fed atas suku bunga, pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu (26/7).

Tetapi investor juga bertaruh bank sentral AS akan mengumumkan jeda yang diperpanjang dalam kenaikan suku bunga di masa depan, mengingat Fed mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunga selama hampir 16 bulan.

Skenario seperti itu menjadi pertanda baik untuk emas, mengingat kenaikan suku bunga mendorong peluang kerugian investasi dalam emas. Tetapi apakah logam kuning akan dapat merebut kembali rekor tertinggi masih belum pasti, mengingat suku bunga AS juga diperkirakan akan tetap lebih tinggi lebih lama.

Ketidakpastian apakah Fed akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya juga tetap ada, mengingat inflasi AS masih cenderung di atas target tahunan bank sentral sebesar 2,0%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 38 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia