Laba Astra Turun Gara-gara Investasi di Goto
JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) mencetak penurunan laba bersih 4% menjadi Rp 17,4 triliun semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 18,1 triliun. Namun, laba Astra pada periode itu naik 20% menjadi Rp 17,4 triliun dari Rp 14,4 triliun, sebelum penyesuaian nilai wajar investasi di Goto dan Hermina.
Berdasarkan laporan keuangan Astra per Juni 2023, dikutip Jumat (28/7/2023), pendapatan Astra naik 13% menjadi Rp 162 triliun semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 143 triliun. Artinya, lonjakan pendapatan ini harusnya bisa menopang laba bersih Astra selama enam bulan 2023.
Akan tetapi, investasi Astra di Goto membuat laba bersih kelompok usaha papan atas nasional ini turun. Adapun laba bersih per saham dasar mencapai Rp 431, turun dari Rp 449, sedangkan laba per saham sebelum penyesuaian investasi di Goto Rp 428, naik dari Rp 357.
Per Juni 2023, penyesuaian nilai wajar investasi Astra di Goto dan Hermina ambles 96% menjadi Rp 139 miliar, dibandingkan periode sama 2022 Rp 3,7 triliun.
Pertumbuhan pendapatan Astra semester I-2023 mencerminkan peningkatan kinerja dari hampir seluruh divisi bisnis grup, terutama otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan pertambangan. Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2023 sebesar Rp 4.603, menurun 3% dibandingkan pada 31 Desember 2022.
Sementara itu, kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan grup, mencapai Rp 23,9 triliun, dibandingkan Rp 35,1 triliun pada akhir tahun 2022. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 50,1 triliun per 30 Juni 2023 dibandingkan Rp 44,5 triliun pada akhir tahun 2022.
Jika dirinci, laba bersih otomotif Astra semester I-2023 naik 33% menjadi Rp 5,6 triliun, jasa keuangan 32% menjadi Rp 3,8 triliun, lalu alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi 11% menjadi Rp 6,8 triliun.
Di lain pihak, laba divisi agribisnis Astra pada periode itu turun 55% menjadi Rp 293 miliar, lalu infrastruktur dan logistic naik 42% menjadi Rp 502 miliar, teknologi informasi 113% menjadi Rp 51 miliar, dan properti turun 7% menjadi Rp 68 miliar.
“Grup Astra mencatatkan kinerja yang cukup baik pada semester I-2023, didukung oleh kinerja yang lebih baik dari hampir seluruh divisi bisnis. Meskipun situasi perekonomian global masih menimbulkan sejumlah tantangan, kami percaya kinerja Grup Astra untuk sisa tahun ini akan tetap baik," kata Djony Bunarto Tjondro, presiden direktur Astra.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






