Jumat, 15 Mei 2026

Laba Astra Turun Gara-gara Investasi di Goto 

Penulis : Harso Kurniawan
28 Jul 2023 | 23:56 WIB
BAGIKAN
PT Astra International Tbk (ASII)
PT Astra International Tbk (ASII)

JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) mencetak penurunan laba bersih 4% menjadi Rp 17,4 triliun semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 18,1 triliun. Namun, laba Astra pada periode itu naik 20% menjadi Rp 17,4 triliun dari Rp 14,4 triliun, sebelum penyesuaian nilai wajar investasi di Goto dan Hermina.

Berdasarkan laporan keuangan Astra per Juni 2023, dikutip Jumat (28/7/2023), pendapatan Astra naik 13% menjadi Rp 162 triliun semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 143 triliun. Artinya, lonjakan pendapatan ini harusnya bisa menopang laba bersih Astra selama enam bulan 2023.

Akan tetapi, investasi Astra di Goto membuat laba bersih kelompok usaha papan atas nasional ini turun. Adapun laba bersih per saham dasar mencapai Rp 431, turun dari Rp 449, sedangkan laba per saham sebelum penyesuaian investasi di Goto Rp 428, naik dari Rp 357.

ADVERTISEMENT

Per Juni 2023, penyesuaian nilai wajar investasi Astra di Goto dan Hermina ambles 96% menjadi Rp 139 miliar, dibandingkan periode sama 2022 Rp 3,7 triliun.

Pertumbuhan pendapatan Astra semester I-2023 mencerminkan peningkatan kinerja dari hampir seluruh divisi bisnis grup, terutama otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan pertambangan. Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2023 sebesar Rp 4.603, menurun 3% dibandingkan pada 31 Desember 2022.

Sementara itu, kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan grup, mencapai Rp 23,9 triliun, dibandingkan Rp 35,1 triliun pada akhir tahun 2022. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 50,1 triliun per 30 Juni 2023 dibandingkan Rp 44,5 triliun pada akhir tahun 2022.

Jika dirinci, laba bersih otomotif Astra semester I-2023 naik 33% menjadi Rp 5,6 triliun, jasa keuangan 32% menjadi Rp 3,8 triliun, lalu alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi 11% menjadi Rp 6,8 triliun.

Di lain pihak, laba divisi agribisnis Astra pada periode itu turun 55% menjadi Rp 293 miliar, lalu infrastruktur dan logistic naik 42% menjadi Rp 502 miliar, teknologi informasi 113% menjadi Rp 51 miliar, dan properti turun 7% menjadi Rp 68 miliar.

“Grup Astra mencatatkan kinerja yang cukup baik pada semester I-2023, didukung oleh kinerja yang lebih baik dari hampir seluruh divisi bisnis. Meskipun situasi perekonomian global masih menimbulkan sejumlah tantangan, kami percaya kinerja Grup Astra untuk sisa tahun ini akan tetap baik," kata Djony Bunarto Tjondro, presiden direktur Astra.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia