Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Terkoreksi Tipis, Ini Penyebabnya

Penulis : Indah Handayani
3 Aug 2023 | 05:10 WIB
BAGIKAN
ilustrasi batu bara. (Foto: REUTERS/Kham/Files)
ilustrasi batu bara. (Foto: REUTERS/Kham/Files)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu (2/8/2023).  Penyebabnya, transportasi batu bara Tiongkok terdampak Topan Doksuri.  

Pada Rabu (2/8/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Agustus 2023 jatuh US$ 0,85 menjadi US$ 133,50 per ton. Sedangkan kontrak berjangka September 2023 melorot US$ 0,60 menjadi US$ 138,25 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Oktober 2023 anjlok US$ 0,10 menjadi US$ 142,75 per ton.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka Agustus 2023 terkerek U$S 1,05 menjadi US$ 105,25. Sementara itu, kontrak berjangka September 2023 bertambah U$S 1,25 menjadi US$ 106,75. Serta, kontrak berjangka Oktober 2023 naik U$S 1,10 menjadi US$ 108,50.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Bloomberg, transportasi batu bara Tiongkok terdampak Topan Doksuri. Topan Doksuri telah membawa hujan lebat di Tiongkok utara dan timur, menghambat transportasi batu bara dengan beberapa fasilitas logistik yang hancur akibat banjir.

Tidak hanya itu, bagian dari jembatan kereta api, yang mengantarkan sekitar 40 mnt/tahun batu bara, di daerah Jingxing tersapu oleh banjir. Jalur Daqin, salah satu rute tersibuk di Tiongkok, yang mengantarkan batu bara dari area produksi ke pelabuhan utara, juga terkena dampak hujan.

Sebelumnya, Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga batu bara bergerak melandai dalam kisaran sempit pada pekan ini. Hal ini akan dipicu oleh sentimen di negara produsen dan konsumen utama, yaitu Tiongkok dan India, ancaman badai El Nino dan situasi di pasar energi lain terutama gas alam.

“Harga batu bara pekan ini diperkirakan akan bergerak menyentuh level resistance di kisaran harga US$ 145 – 155 per ton. Jika mendapat katalis negatif, berpotensi turun menuju level support di kisaran harga US$ 125 – 115 per ton,” ungkapnya kepada Investor Daily, belum lama ini.

Yoga menyebutkan, permintaan Tiongkok memang berpotensi naik, sehingga membuat harga juga ikut terdongkrak naik. “Namun, jika mempertimbangkan situasi di Tiongkok yang saat ini tengah berjuang memulihkan ekonominya, maka permintaan batu bara oleh Tiongkok tidak akan sekuat yang diharapkan,” paparnya. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 7 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 50 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 54 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia