Harga Batu Bara Terkoreksi Tipis, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu (2/8/2023). Penyebabnya, transportasi batu bara Tiongkok terdampak Topan Doksuri.
Pada Rabu (2/8/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Agustus 2023 jatuh US$ 0,85 menjadi US$ 133,50 per ton. Sedangkan kontrak berjangka September 2023 melorot US$ 0,60 menjadi US$ 138,25 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Oktober 2023 anjlok US$ 0,10 menjadi US$ 142,75 per ton.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka Agustus 2023 terkerek U$S 1,05 menjadi US$ 105,25. Sementara itu, kontrak berjangka September 2023 bertambah U$S 1,25 menjadi US$ 106,75. Serta, kontrak berjangka Oktober 2023 naik U$S 1,10 menjadi US$ 108,50.
Dikutip dari Bloomberg, transportasi batu bara Tiongkok terdampak Topan Doksuri. Topan Doksuri telah membawa hujan lebat di Tiongkok utara dan timur, menghambat transportasi batu bara dengan beberapa fasilitas logistik yang hancur akibat banjir.
Tidak hanya itu, bagian dari jembatan kereta api, yang mengantarkan sekitar 40 mnt/tahun batu bara, di daerah Jingxing tersapu oleh banjir. Jalur Daqin, salah satu rute tersibuk di Tiongkok, yang mengantarkan batu bara dari area produksi ke pelabuhan utara, juga terkena dampak hujan.
Sebelumnya, Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga batu bara bergerak melandai dalam kisaran sempit pada pekan ini. Hal ini akan dipicu oleh sentimen di negara produsen dan konsumen utama, yaitu Tiongkok dan India, ancaman badai El Nino dan situasi di pasar energi lain terutama gas alam.
“Harga batu bara pekan ini diperkirakan akan bergerak menyentuh level resistance di kisaran harga US$ 145 – 155 per ton. Jika mendapat katalis negatif, berpotensi turun menuju level support di kisaran harga US$ 125 – 115 per ton,” ungkapnya kepada Investor Daily, belum lama ini.
Yoga menyebutkan, permintaan Tiongkok memang berpotensi naik, sehingga membuat harga juga ikut terdongkrak naik. “Namun, jika mempertimbangkan situasi di Tiongkok yang saat ini tengah berjuang memulihkan ekonominya, maka permintaan batu bara oleh Tiongkok tidak akan sekuat yang diharapkan,” paparnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






