Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Terpukul, Nasdaq Anjlok lebih dari 2%

Penulis : Indah Handayani
3 Aug 2023 | 05:35 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Wall Street. (FOTO: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
ilustrasi Wall Street. (FOTO: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

JAKARTA, investor.id – Wall Street terpukul pada perdagangan Rabu (2/8/2023). Nasdaq bahkan anjlok lebih dari 2% dan mencatatkan hari terburuknya sejak Februari. Setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat jangka panjang Amerika Serikat (AS) dan sentimen risk-off muncul kembali.

Dikutip dari CNBC internasional, Nasdaq anjlok 2,17% menjadi berakhir pada 13.973,45. Sedangkan S&P 500 mundur 1,38% menjadi ditutup pada 4.513,39. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average amblas 348,16 poin (0,98%) menjadi berakhir pada 35.282,52.

Fitch Ratings memangkas peringkat default penerbit mata uang asing jangka panjang untuk AS menjadi AA+ dari AAA Selasa malam, mengutip ‘perkiraan penurunan fiskal selama tiga tahun ke depan’. Terakhir kali AS mendapat penurunan peringkat dari lembaga pemeringkat utama adalah pada 2011 ketika Standard & Poor's memangkas peringkat menjadi AA+ dari AAA.

ADVERTISEMENT

Mona Mahajan, ahli strategi investasi senior di Edward Jones, mengatakan, investor dapat menggunakan penurunan peringkat Fitch ini sebagai alasan untuk mengambil beberapa keuntungan.

“Tetapi kami pikir itu mungkin bagian alami dari siklus pasar, setelah pergerakan yang kuat, volatilitas yang sangat kecil. Secara umum, ini tidak menghalangi pandangan fundamental kami tentang ekonomi atau pasar,” ungkapnya.

Menurut Mahajan, gambaran ekonomi terus menunjukkan tanda-tanda ketahanan, dan kondisi terlihat sangat berbeda dibandingkan terakhir kali kredit AS mendapat penurunan peringkat.

Aksi jual pada Rabu (2/8/2023) melawan tren naik selama beberapa bulan terakhir yang dipicu oleh pertumbuhan saham. Saham teknologi memimpin penurunan karena imbal hasil Treasury 10-tahun mencapai level tertinggi sejak November. Nama teknologi Tiongkok JD.com dan Baidu turun lebih dari 4% setelah Tiongkok mengusulkan batasan penggunaan smartphone untuk anak di bawah umur.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 42 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia