Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Turun Hari Ini

Penulis : Grace El Dora
3 Aug 2023 | 12:26 WIB
BAGIKAN
Emas batangan yang diambil gambarnya di Doha, Qatar pada 22 Februari 2023. (Foto: ANTARA/IMAGO/Frank Sorge via Reuters/pri)
Emas batangan yang diambil gambarnya di Doha, Qatar pada 22 Februari 2023. (Foto: ANTARA/IMAGO/Frank Sorge via Reuters/pri)

CHICAGO, investor.id – Harga emas hari ini turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis WIB), jadi penurunan berturut-turut dalam dua hari. Ini menyusul penurunan menurunkan peringkat utang pemerintah Amerika Serikat (AS), sementara laporan terbaru menunjukkan ekonomi AS melihat kenaikan kuat pekerjaan sektor swasta pada Juli 2023.

Dipantau Antara pada Kamis (3/8), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange tergelincir 3,80 dolar AS atau 0,19% dan menetap pada 1.975,00 dolar AS per ounce. Sebelumnya, harga logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi sesi di 1.992,20 dolar AS dan terendah sesi di 1.969,10 dolar AS.

Emas berjangka anjlok 30,40 dolar AS atau 1,5% menjadi 1.978,80 dolar AS pada Selasa (1/8/2023), setelah terangkat 9,30 dolar AS atau 0,5% menjadi 2.009,20 dolar AS pada Senin (31/7/2023).

ADVERTISEMENT

Harga emas memangkas kenaikan awal untuk berakhir sedikit lebih rendah pada Rabu (2/8/2023), dirugikan oleh dolar AS yang lebih kuat dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah negara tersebut, karena investor mempertimbangkan keputusan Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit AS menjadi AA+ dari AAA.

Indeks dolar, ukuran mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,57% ke level tertinggi baru dalam tiga minggu. Indeks dolar telah naik 3,0% dari level terendah 15 bulan pada 18 Juli.

Dolar naik pada Rabu karena investor mengabaikan penurunan peringkat kredit AS oleh Fitch. Sedangkan data menunjukkan peningkatan yang lebih besar dari perkiraan dalam daftar gaji swasta pada Juli, mendukung greenback karena menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja.

Penggajian swasta naik 324.000 pekerjaan bulan lalu, laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan, lebih dari peningkatan 189.000 yang diperkirakan oleh para ekonom.

"Dolar kemungkinan naik lebih banyak sebagai respons terhadap data ekonomi yang terus menguat dan oleh karena itu pasar berpikir Fed akan terus menaikkan suku bunga," kata Michael Arone, Kepala Strategi Investasi State Street Global Advisors di Boston.

Baca juga:

Tidak lama setelah pasar AS ditutup pada perdagangan Selasa, Fitch Ratings mengumumkan telah memangkas peringkat kredit pemerintah AS. Lembaga pemeringkat internasional itu mengutip perkiraan penurunan fiskal selama beberapa tahun ke depan dan "erosi tata kelola" yang dicontohkan oleh kebuntuan atas kenaikan plafon utang pada Mei.

Fitch telah memperingatkan awal tahun ini, mereka sedang mempertimbangkan penurunan peringkat. Mengikuti keputusan ini, hanya satu dari tiga lembaga pemeringkat utama yang menilai utang pemerintah AS sebagai tingkat atas, yakni Moody's Investors Service. Standard & Poor Global Ratings telah menurunkan peringkat AAA untuk AS pada 2011.

Keputusan itu berdampak mixed di seluruh pasar keuangan AS, menenggelamkan saham tetapi membiarkan dolar AS dan logam kuning sedikit berubah. Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah naik karena ekspektasi penjualan surat utang meningkat.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 30 tahun naik enam basis poin (bps) menjadi 4,165% dari 4,104 persen pada Selasa. Level Selasa adalah yang tertinggi sejak 9 November, menurut Dow Jones Market Data. Imbal hasil tenor 10 tahun naik 3 bps menjadi 4,072% dari 4,048% sehari sebelumnya.

"Pasar emas akan kesulitan selama kurva imbal hasil AS kembali curam, " kata Edward Moya, analis senior platform perdagangan daring OANDA, dalam komentarnya yang dirilis Rabu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 37 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 41 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia