Jumat, 15 Mei 2026

Mau IPO, Perusahaan Ini Rugi Bersihnya Susut hingga 73%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
7 Aug 2023 | 09:21 WIB
BAGIKAN
PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH). Foto: Perseroan
PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH). Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id - PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) akan melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 530 juta saham atau 20% di harga kisaran Rp 105-125 setiap sahamnya.

Perseroan menggelar masa penawaran awal dari 4-8 Agustus 2023 dan perkiraan masa penawaran umum di tanggal 21-23 Agustus. Nilai penawaran umum ini maksimal Rp 66,25 miliar, di mana Shinhan Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efek.

Perseroan bergerak di bidang kesehatan yang merupakan rumah sakit swasta dan menjadi penyedia jasa pelayanan kesehatan yang terpadu. Charlie Hospital Semarang berkedudukan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

Dana dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 48,13% akan digunakan perseroan untuk penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Charlie Hospital Demak. Sekitar 45,89% akan digunakan untuk pembelian alat medis. Dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Pemegang saham RSCH sebelum IPO terdiri dari PT Wahyu Agung 99,30%, Wahyu Fitrianingsih 0,35%, Junianto 0,32%, dan Sri Mulyaningsih 0,03%. Adapun pengendali Charlie Hospital Semarang adalah Junianto. Dia adalah pemegang 70% saham PT Wahyu Agung.

Mau IPO, Perusahaan Ini Rugi Bersihnya Susut hingga 73%
Direktur Utama Charlie Hospital, Junianto. Foto: Perseroan

Junianto juga merupakan direktur utama Charlie Hospital Semarang (RSCH) sejak 2019. Berdasarkan prospektus yang diterbitkan 4 Agustus 2023, pria kelahiran 10 Juni 1972 ini dicantumkan masih menduduki posisi komisaris PT Mahesa Jenar Semarang (Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang/PSIS) dari 2021.

Namun, dari sebuah unggahan Instagram Wahyu Agung Group terungkap bahwa Junianto yang merupakan direktur utama Wahyu Agung Group telah menjual kepemilikan saham di Mahesa Jenar sebesar 30% kepada Heri Sasongko yang merupakan direktur utama PT Megah Jaya Mulia.

Tekan Rugi

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 37 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 41 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia