Minggu, 5 April 2026

Pengelola Alfamidi (MIDI) Agresif, Valuasi Saham Atraktif

Penulis : Jauhari Mahardhika
10 Aug 2023 | 14:21 WIB
BAGIKAN
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau Alfamidi. (Ilustrasi/Perseroan)
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau Alfamidi. (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), anak usaha PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart, menargetkan 700 gerai baru hingga akhir 2023. Target tersebut merepresentasikan strategi ekspansi yang agresif, karena rata-rata pembukaan dalam 3 tahun terakhir hanya sebanyak 246 gerai.

MIDI bergerak di bisnis perdagangan eceran khususnya barang-barang kebutuhan harian (staples retail) dengan brand utama Alfamidi. Gerai Alfamidi sekitar 81% dari total gerai MIDI. Sisanya gerai Alfamidi Super, Midi Fresh, dan Lawson.

Tahun ini, MIDI akan memprioritaskan ekspansi gerai Lawson sebanyak 500 gerai, jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2022 yang hanya 127 gerai. Sebelumnya, Lawson stagnan karena total hanya memiliki 65 gerai selama 10 tahun berdiri.

ADVERTISEMENT

Adapun saat ini MIDI mengoperasikan lebih dari 2.600 gerai. Jika dibandingkan dengan Alfamart, gerai Alfamidi yang dikelola MIDI memiliki area penjualan yang lebih besar, yaitu rata-rata sekitar 300 m2, sedangkan Alfamart 150 m2. Alfamidi juga memiliki jumlah stock keeping unit (SKU) yang lebih banyak.

Mengenai brand MIDI lainnya, misalnya Alfamidi Super, memiliki area penjualan yang mendekati supermarket, yaitu lebih dari 500 m2. Sedangkan Midi Fresh berkonsep gerai produk segar dengan ukuran kecil (30-60 m2) dan Lawson – yang dioperasikan oleh anak usaha MIDI, PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS) – lebih berfokus pada penjualan produk ready-to-eat (RTE) dan ready-to-drink (RTD) yang mencapai 70% dari total penjualan.

“Tahun ini, MIDI menargetkan pembukaan gerai yang agresif yaitu mencapai 700 gerai dengan mayoritas 500 gerai Lawson dan 200 gerai alfamidi. Kedua brand tersebut memiliki target area pembukaan gerai yang berbeda, yaitu Alfamidi akan berfokus di luar Jawa, sedangkan Lawson berfokus di wilayah Jawa,” tulis analis Samuel Sekuritas Pebe Peresia dan Research Associate Samuel Sekuritas Ashalia Fitri dalam riset terbaru.

Rekomendasi dan Target Harga 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia