Jumat, 15 Mei 2026

Raih Tambahan Fasilitas Pinjaman US$ 110 Juta, Manajemen Archi (ARCI) Blak-blakan Dampaknya bagi Perseroan

Penulis : Parluhutan Situmorang
22 Aug 2023 | 07:51 WIB
BAGIKAN
Foto udara di malam hari Pabrik Pengolahan Bijih Emas di Tambang Emas Toka Tindung, Desa Winuri, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Foto udara di malam hari Pabrik Pengolahan Bijih Emas di Tambang Emas Toka Tindung, Desa Winuri, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara

JAKARTA, investor.id –  Manajemen PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), perusahaan tambang emas milik konglomerat Peter Sondakh, buka-bukaan dampak positif setelah diraihnya tambahan fasilitas pinjaman sekitar US$ 110 juta, sehingga total fasilitas pinjaman yang sudah dipegang perseroan mencapai US$ 365 juta. 

Archi beserta sejumlah anak usahanya sebelumnya telah meraih tambahan fasilitas pinjaman sindikasi bank senilai US$ 110 juta, sehingga total pinjaman yang sudah didapatkan perseroan hingga kini mencapai US$ 365 juta atau setara Rp 5,5 triliun. Fasilitas pinjaman tersebut akan dipakai untuk mengembangkan Pit Araren dan belanja modal.

Raih Tambahan Fasilitas Pinjaman US$ 110 Juta, Manajemen Archi (ARCI) Blak-blakan Dampaknya bagi Perseroan
Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rudy Suhendra

Anak usaha Archi yang turut menjadi penerima pinjaman adalah PT Meares Soputan Mining (MSM), Archipelago Resources Pte Ltd (ARPTE), PT Karya Kreasi Mulia (KKM), dan PT Jasa Pertimbangan Perkasa (JPP). Adapun PT Tondano Nusajaya (TTN) bertindak sebagai penjamin.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra mengatakan, fasilitas pinjaman tersebut akan memberikan tiga manfaat bagi perseroan. Pertama, perseroan mendapatkan dana sehubungan dengan rencana percepatan pembangunan infrastruktur dan percepatan eksplorasi tambang emas ke depan.

“Dari sisi keuangan, fasilitas pinjaman ini sudah sesuai dengan target kami. Artinya perseroan sudah memiliki dana yang cukup untuk percepatan produksi emas, baik pengembangan ifrastruktur dan eksplorasi dalam beberapa tahun mendatang. Dana tersebut juga memperkuat kemampuan perseroan untuk mempercepat eksplorasi cadangan-cadangan emas perseroan ke depan,” ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (21/8/2023).

Kedua, dia mengatakan, fasiltias pinjaman ini akan menekan biaya bunga, karena bunga pinjaman terbaru ini lebih rendah, dibandingkan dengan pinjaman sebelumnya. “Kami memprediksi pinjaman ini setidaknya dapat menekan beban bunga yang harus ditanggung perseroan berkisar 0,75-1% per tahun,” terangnya.

Fasilitas pinjaman sindikasi tersebut dikenakan bunga term SOFR 3 bulan + 3,75% per tahun. Sedangkan bertindak sebagai bank koordinasi adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), arranger fasilitas konvensional, arranger fasilitas Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), agen fasilitas global, agen fasilitas konvensional, agen jaminan bersama, dan bank rekening.

Kemudian, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI sebagai arranger fasilitas MMQ dan agen syariah dalam dokumen pembiayaan MMQ. Nilai transaksi setara dengan 147% dari total ekuitas konsolidasi Archi berdasarkan laporan keuangan tahun 2022 yang diaudit.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia