Sabtu, 4 April 2026

10 Konglomerat Masuk IKN, Emiten-emiten Ini Bisa Tambah Makmur

Penulis : Thresa Sandra Desfika
23 Sep 2023 | 15:13 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (21/9/2023). (B Universe Photo/Moh Said Mashur)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (21/9/2023). (B Universe Photo/Moh Said Mashur)

JAKARTA, investor.id - Untuk pertama kalinya investasi dari sektor swasta secara resmi masuk di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang ditandai dengan diadakannya groundbreaking perdana oleh pelaku usaha di Ibu Kota Nusantara pada Kamis (21/09/2023).

Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju, kepala dan wakil kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), gubernur Kalimantan Timur, dan para investor.

Di dalam konsorsium tersebut nilai investasi yang telah masuk sejauh ini di IKN sekitar Rp 20 triliun.

Pada keterangan resmi Otorita Ibu Kota Nusantara, Kamis (21/9/2023), dijelaskan bahwa pelaku usaha yang melakukan groundbreaking Konsorsium Nusantara sebanyak 10 investor yang dipimpin oleh Agung Sedayu Group, grup yang didirikan Sugianto Kusuma atau Aguan.

Advertisement

Sepuluh investor tersebut antara lain Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinar Mas, Pulau Intan, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group, dan Alfamart Group.

Selain beberapa investor di dalam konsorsium tersebut, terdapat juga beberapa investor yang turut terlibat di dalam proses pembangunan di sektor perhotelan, shopping mall, rumah sakit, pendidikan, dan perkantoran seperti Pakuwon, Marriott, Jambuluwuk, Vasanta, Hermina, dan Jakarta Intercultural School. Semua pembangunan tersebut dilaksanakan dengan prinsip gotong royong.

Di sisi lain, dari segi regulasi, Komisi II DPR pada pekan ini sepakat membawa RUU IKN untuk disahkan menjadi UU. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai tanggal rapat paripurna untuk mengesahkan RUU tersebut.

Stockbit dalam publikasi Stockbit Snips pada 22 September menilai mulai masuknya investasi swasta dan progres regulasi IKN membawa sentimen positif bagi emiten-emiten konstruksi. Sebab, pembangunan IKN berpotensi memberikan tambahan kontrak baru yang dapat meningkatkan pendapatan.

Pada Jumat (22/9/2023), emiten-emiten konstruksi BUMN sahamnya kompak menguat dengan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) +8,37%, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) +8,07%, dan PT PP Tbk (PTPP) +5,88%.

Dari pihak swasta, PT Acset Indonusa Tbk (ACST), selaku unit usaha konstruksi Astra (ASII) yang terlibat dalam Konsorsium Nusantara, sahamnya menguat +25,75%.

Confident

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 20 menit yang lalu

Dorong Elektrifikasi untuk Perkuat Kemandirian Energi di Tengah Gejolak Global

Percepatan elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional.
Lifestyle 33 menit yang lalu

Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol

Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari ini
Market 49 menit yang lalu

WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.
Lifestyle 57 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 2 jam yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 2 jam yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia