Jumat, 15 Mei 2026

Target Harga Masih Jauh, Saham Harita Nickel (NCKL) Diburu

Penulis : Thresa Sandra Desfika
9 Okt 2023 | 07:20 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel. (Foto: NCKL)
Salah satu fasilitas PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel. (Foto: NCKL)

JAKARTA, investor.id - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel telah menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang saham per 30 September 2023.

PT Harita Jayaraya sebagai pengendali masih menguasai 54.549.990.000 saham NCKL atau 86,45%. Sedangkan, PT Citra Duta Jaya Makmur 0,87% dan masyarakat 12,65%. Penerima manfaat akhir dari Harita Nickel adalah Lim Gunawan Hariyanto.

Yang menarik adalah jumlah pemegang saham per akhir September bertambah 1.721 menjadi 19.902 pemegang saham. Per 31 Agustus lalu, jumlahnya masih 18.181 pemegang saham.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, Samuel Sekuritas mempertahankan rating beli saham Harita Nickel atau NCKL. Target harga saham NCKL dipatok Rp 1.500. Target harga tersebut menyiratkan estimasi P/E 2024 sebesar 10,1 kali. Risikonya adalah harga komoditas yang lebih rendah dari perkiraan dan perubahan regulasi.

Adapun pada perdagangan Jumat (6/10/2023) saham NCKL ditutup di Rp 980 atau naik 3,16%. Menuju target harga Rp 1.500, saham ini masih berpeluang melaju 53%.

Keunggulan

Dijelaskan bahwa ada satu hal yang menarik perhatian analis saat mengunjungi wilayah operasional PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Perseroan menempatkan asetnya dengan baik. Jarak antara area pertambangan, smelter, dan pelabuhan masing-masing kurang dari 5 km.

“Itu memungkinkan NCKL meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Biaya tunai smelter NCKL adalah salah satu yang terendah dibanding pesaingnya,” tulis analis Samuel Sekuritas, Juan Harahap dan Research Associate Samuel Sekuritas, Haikal Putra Samsul dalam risetnya.

Selain itu, Harita Nickel memiliki keunggulan geografis. Lokasi tambang berada di ketinggian 50-60 meter di atas permukaan laut, di daerah pegunungan, sehingga mengurangi risiko banjir.

Kemudian, tingginya permukaan air laut di sekitar wilayah tersebut memungkinkan kapal-kapal induk dapat berlabuh di pelabuhannya. Harita Nickel juga memiliki sejumlah rencana proyek masa depan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia