Jumat, 15 Mei 2026

Belum Lama Listing, Laba Bersih Emiten Ini Naik 286%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Okt 2023 | 07:46 WIB
BAGIKAN
Primaya Hospital (PRAY). Ist
Primaya Hospital (PRAY). Ist

JAKARTA, investor.id - PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital mengumumkan kinerja keuangan per 30 September 2023.

Hingga penghujung kuartal III-2023, perseroan meraup pendapatan neto Rp 1,35 triliun. Meningkat 21,1% dari Rp 1,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Beban pokok pendapatan naik dari Rp 841,47 miliar menjadi Rp 959,66 miliar. Dan laba bruto terkerek ke posisi Rp 396,88 miliar, dari Rp 278,47 miliar di penghujung September tahun lalu.

ADVERTISEMENT

PRAY meraup laba usaha Rp 174,06 miliar dalam periode Januari-September 2023, dari sebelumnya Rp 90,81 miliar di periode yang sama tahun 2022. Sedangkan laba periode berjalan Rp 178,12 miliar, dari Rp 46,04 miliar.

Laba Bersih

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 174,18 miliar per akhir kuartal III-2023. Melambung 286,8% dari Rp 45,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba per saham dasar Rp 12,48, dari Rp 3,47 per 30 September 2022.

Per akhir September 2023, total aset PRAY Rp 4,42 triliun, liabilitas Rp 1,54 triliun, dan ekuitas Rp 2,88 triliun.

Primaya Hospital mencatatkan (listing) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2022 atau baru sekitar satu tahun listing. Perseroan menggelar initial public offering di Rp 900/saham.

Pada perdagangan 27 Oktober 2023 pekan lalu, saham PRAY ditutup stagnan di Rp 695. Dalam periode year to date (ytd) PRAY melemah 9,74%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia