Belum Lama Listing, Laba Bersih Emiten Ini Naik 286%
JAKARTA, investor.id - PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital mengumumkan kinerja keuangan per 30 September 2023.
Hingga penghujung kuartal III-2023, perseroan meraup pendapatan neto Rp 1,35 triliun. Meningkat 21,1% dari Rp 1,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Beban pokok pendapatan naik dari Rp 841,47 miliar menjadi Rp 959,66 miliar. Dan laba bruto terkerek ke posisi Rp 396,88 miliar, dari Rp 278,47 miliar di penghujung September tahun lalu.
PRAY meraup laba usaha Rp 174,06 miliar dalam periode Januari-September 2023, dari sebelumnya Rp 90,81 miliar di periode yang sama tahun 2022. Sedangkan laba periode berjalan Rp 178,12 miliar, dari Rp 46,04 miliar.
Laba Bersih
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 174,18 miliar per akhir kuartal III-2023. Melambung 286,8% dari Rp 45,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laba per saham dasar Rp 12,48, dari Rp 3,47 per 30 September 2022.
Per akhir September 2023, total aset PRAY Rp 4,42 triliun, liabilitas Rp 1,54 triliun, dan ekuitas Rp 2,88 triliun.
Primaya Hospital mencatatkan (listing) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2022 atau baru sekitar satu tahun listing. Perseroan menggelar initial public offering di Rp 900/saham.
Pada perdagangan 27 Oktober 2023 pekan lalu, saham PRAY ditutup stagnan di Rp 695. Dalam periode year to date (ytd) PRAY melemah 9,74%.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

