Harga Minyak Bearish, Tertekan Meningkatnya Seruan Gencatan Senjata Kemanusiaan
JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau bearish pada Senin pagi (30/10/2023). Tertekan meningkatnya seruan dari internasional untuk gencatan senjata kemanusiaan seiring dengan meningkatnya serangan Israel ke Gaza. Selain itu, eskalasi tensi Lebanon yang juga ikut memanas mendukung pergerakan harga lebih lanjut.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Israel kembali meluncurkan serangan udara di Gaza utara dekat rumah sakit Shifa dan Al-Quds, serta bentrok dengan militan Hamas Palestina di daerah perbatasan di sebelah timur kota Khan Younis, ungkap media Palestina pada hari Senin. Ancaman eskalasi lebih lanjut konflik Israel - Hamas tersebut dapat meluas ke konflik regional yang lebih luas yang berpotensi mengganggu kestabilan di wilayah Timur Tengah yang memasok sekitar sepertiga minyak dunia.
“Meski sejauh ini belum terlihat dampaknya terhadap pasokan minyak, namun untuk pasar gas telah terdampak. Ladang gas Tamar ditutup oleh Israel setelah serangan Hamas awal bulan ini. Mesir, yang mengimpor gas dari Israel, mengatakan pada hari Minggu bahwa impor telah turun hingga nol,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (30/10/2023).
Di sisi lain, Tim Research and Development ICDX menambahkan, peningkatan serangan yang dilakukan Israel juga meningkatkan kecaman internasional untuk melakukan gencatan senjata kemanusiaan segera. Presiden AS Joe Biden mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menyerukan perlindungan warga sipil di Gaza dan secara signifikan segera meningkatkan aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah pesisir yang terkepung, kata Gedung Putih pada hari Minggu.
Biden dan Netanyahu juga membahas upaya melindungi lebih dari 200 orang yang disandera oleh militan Hamas Palestina dalam serangan mendadak terhadap Israel pada 7 Oktober yang menewaskan 1.400 orang.
Baca Juga:
Israel Memperluas Serangan Darat di GazaSelain itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, dalam perundingan antara Israel dan Hamas yang dimediasi Qatar pada hari Minggu, Hamas menginginkan jeda kemanusiaan selama lima hari dalam operasi Israel untuk memungkinkan bantuan dan bahan bakar masuk ke Jalur Gaza yang terkepung sebagai imbalan atas pembebasan semua sandera sipil yang ditahan oleh militan, kata sumber tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama.
Sementara itu, Hizbullah Lebanon pada hari Minggu mengatakan bahwa mereka menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak Israel di Lebanon selatan dengan rudal, yang merupakan pertama kalinya mereka mengumumkan insiden semacam itu, ketika bentrokan di perbatasan Lebanon meningkat. Tentara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon telah saling baku tembak setiap hari sejak dimulainya konflik Gaza tiga minggu lalu.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 87 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 83 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






