Laba Bersih Turun 24%, Indosat (ISAT) Beberkan Penyebabnya
JAKARTA, investor.id - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan jumlah pendapatan Rp 37,46 triliun sepanjang periode Januari-September 2023. Naik 8,5% dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu di Rp 34,53 triliun.
Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah sebesar Rp 2,78 triliun per akhir kuartal III-2023. Turun 24,4% dari Rp 3,68 triliun di 30 September 2022.
Manajemen Indosat menjelaskan, penurunan terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan operasional lain-lain, peningkatan biaya depresiasi dan amortisasi, dan peningkatan biaya keuangan yang diimbangi oleh peningkatan pendapatan dan penurunan beban penyelenggaraan jasa.
Dalam keterangan resmi Indosat pada Senin (30/10/2023) dijelaskan, layanan selular, MIDI, dan telekomunikasi tetap milik perusahaan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 85,9%, 12,1%, dan 2,0% terhadap pendapatan usaha konsolidasian yang berakhir pada tanggal 30 September 2023.
Rincian Pendapatan
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler






