Nasib Saham Pertambangan Logam: NCKL, BRMS, INCO, AMMN
JAKARTA, investor.id – Empat dari tujuh emiten pertambangan logam (metal mining) dalam cakupan riset Samuel Sekuritas, yaitu Amman Mineral (AMMN), Vale Indonesia (INCO), Antam (ANTM), dan Bumi Resources Minerals (BRMS), telah merilis laporan keuangan kuartal III-2023.
Hampir semua emiten tersebut melaporkan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama karena penurunan harga komoditas.
BRMS menjadi satu-satunya yang berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan 68% (qoq) pada kuartal III-2023. Pertumbuhan itu didukung oleh peningkatan volume penjualan berkat pabrik pengolahan emasnya ke-2.
“Kami memperkirakan kinerja yang beragam pada kuartal IV-2023. NCKL, AMMN, dan BRMS berpotensi membukukan pendapatan yang cukup memuaskan karena kenaikan volume penjualan. Kinerja emiten pertambangan logam lainnya bisa melemah akibat penurunan harga jual di tengah merosotnya harga komoditas,” tulis Head of Equity Research Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi dan tim melalui risetnya.
Samuel Sekuritas memprediksi harga nikel global tetap tertekan pada 2024-2025 karena melimpahnya pasokan, terutama dari Indonesia seiring peningkatan kapasitas smelter nikel. Sebab itu, harga nikel global diperkirakan turun menjadi US$ 18.500 per ton pada 2024 dan US$ 18.000 per ton pada 2025.
Rekomendasi & Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






