Minggu, 21 Juni 2026

Kiat Harita Nickel (NCKL) Hadapi Penurunan Harga Nikel

Penulis : Jauhari Mahardhika
1 Jan 2024 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih nikel kadar rendah (limonit) Harita Nickel (NCKL). (Foto: Harita Nickel)
Fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih nikel kadar rendah (limonit) Harita Nickel (NCKL). (Foto: Harita Nickel)

JAKARTA, investor.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel mencetak kinerja yang kuat hingga kuartal III-2023. Pendapatan melonjak 135% (yoy) menjadi Rp 17,3 triliun dari Rp 7,4 triliun. Laba bersih meningkat 30% menjadi Rp 5,7 triliun dari Rp 3,5 triliun.

Pencapaian Harita Nickel itu berkat peningkatan produksi. “Adanya peningkatan volume juga mampu melawan penurunan harga nikel global yang terus-menerus terjadi. Penurunan sudah lebih dari 38% dalam 9 bulan pada 2023,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer dalam risetnya.

Menurut dia, Harita Nickel mencatat peningkatan volume produksi nikel mentah dan produk nikel yang sangat besar secara tahunan selama periode Januari-September 2023. Volume produksi mixed hydrogen precipitate (MHP) meningkat 49% (yoy) menjadi hampir 47 ribu ton dari 31 ribu ton. Hal itu disebabkan oleh penambahan lini produksi ke-3 pada kilang HPAL yang sudah ada.

ADVERTISEMENT

Volume produksi feronikel emiten berkode saham NCKL tersebut juga meningkat 268% (yoy) menjadi hampir 69 ribu ton logam hingga kuartal III-2023 dari 18 ribu ton logam. Itu tidak terlalu mengejutkan karena smelter RKEF yang baru telah berhasil mencapai kapasitas penuh pada kuartal III-2023.

“Adapun produksi bijih nikel naik 119% menjadi 14,5 juta ton dari 6,6 juta ton demi pendukung peningkatan tersebut,” sebut Axell.

Sementara itu, produksi kobalt sulfat NCKL mulai berjalan. Perseroan mulai memproduksi kobalt sulfat di kilang HPAL pada kuartal III-2023. Sebanyak 818 ton kobalt sulfat telah diproduksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 271 ton telah dijual.

“Karena margin tunai produk yang tinggi sebesar US$ 12.765 per mt (margin 55%), NCKL berencana untuk meningkatkan produksi kobalt sulfat lebih lanjut, dengan target produksi 7.500 ton pada 2024,” ungkap Axell.

Nikel sulfat yang mulai diproduksi oleh NCKL pada kuartal II-2023 juga meningkat pada kuartal III-2023, karena volume produksi meningkat 132% (qoq) menjadi 6.490 ton dari 2.797 ton.

Rekomendasi dan Target Harga NCKL 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 28 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 59 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia