Kiat Harita Nickel (NCKL) Hadapi Penurunan Harga Nikel
Di sisi lain, NCKL terus menambah cadangan bijih nikel, seiring dengan persiapan perseroan untuk memenuhi permintaan produk nikel di masa depan.
NCKL meningkatkan kepemilikan atas tambang nikel di Loji, dengan membeli 29% ekuitas tambahan di atas 70% kepemilikan yang sudah ada dengan harga lebih dari US$ 3 juta. Kepemilikan 29% ini setara dengan tambahan 16 juta wmt bijih nikel limonit dan 4 juta wmt bijih nikel saprolit.
Sebuah tambang juga diakuisisi di Pulau Obi Selatan. NCKL membeli 99% saham dengan harga di bawah US$ 0,5 juta, sehingga menambah 26 juta wmt limonit dan 12 juta wmt saprolit ke dalam cadangan mereka.
Selain itu, NCKL mendirikan perusahaan JV untuk mengoperasikan tambang lain di Pulau Obi Selatan. Perseroan memiliki 36% saham di tambang seluas 3.500 hektare ini dengan investasi hanya sebesar US$ 30 ribu.
Dengan berbagai faktor yang ada, NH Korindo Sekuritas merekomendasikan beli saham NCKL. Target harga saham NCKL dipatok Rp 1.320. Risikonya adalah pemilu di Indonesia pada 2024, berlanjutnya surplus nikel, dan penundaan pembangunan smelter/kilang.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






