Saham Samudera Indonesia (SMDR) Kembali Melejit, Ini Pemicunya?
JAKARTA, investor.id - Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) melejit 6,25% ke Rp 340 pada perdagangan Selasa (2/1/2024) kemarin. Tercatat 86,28 juta saham ditransaksikan, frekuensi 86,28 juta, dan nilai transaksi Rp 29,34 miliar.
Dalam satu bulan terakhir, saham emiten pelayaran ini meningkat 14,86%.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan atas volatilitas transaksi saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Hal tersebut terungkap dari keterbukaan informasi SMDR dalam menjawab permintaan penjelasan BEI yang dipublikasikan pada 28 Desember 2023.
Saham SMDR sempat menghijau pada 19, 20, dan 21 Desember 2023. Masing-masing naik 2,05%, 8,05%, dan 4,35%.
Salah satu pertanyaan BEI adalah apakah Samudera Indonesia mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan Samudera Indonesia, Farida Helianti Sastrosatomo menjelaskan, telah terjadi eskalasi konflik di Laut Merah yang berpotensi menyebabkan disrupsi perdagangan, sebagaimana pemberitaan di media dalam kurun waktu terakhir.
“Hal tersebut diperkirakan menyebabkan sentimen positif jangka pendek sehingga harga saham perseroan mengalami kenaikan,” ungkap Farida Helianti dalam keterbukaan informasi/
Dia menambahkan, kenaikan harga saham tersebut juga dialami oleh beberapa emiten pelayaran, seperti PT Temas Tbk (TMAS), PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).
“Selain informasi tersebut, belum ada fakta material dan/atau informasi yang mempengaruhi nilai efek perusahaan yang harus disampaikan oleh perseroan,” terang Farida.
Laut Merah
Sementara itu, Reuters pada 2 Januari 2024 melaporkan bahwa grup pelayaran Perancis CMA CGM akan menaikkan tarif pengiriman peti kemas dari Asia ke kawasan Mediterania hingga 100% pada 15 Januari dibandingkan dengan 1 Januari, berdasarkan sebuah pemberitahuan di situs web-nya pada Selasa.
Mulai 15 Januari - yang mengacu pada tanggal pemuatan di pelabuhan asal - dan hingga pemberitahuan lebih lanjut, tarif Freight All Kinds (FAK) CMA CGM untuk kontainer sepanjang 40 kaki antara Asia dan Mediterania Barat akan menjadi U$ 6.000, naik dari U$ 3.000 pada 1 Januari.
Harga pengiriman ke Mediterania Timur, Laut Adriatik, Laut Hitam, dan Suriah juga meningkat tajam.
Juru bicara CMA CGM menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kenaikan tersebut ketika dihubungi oleh Reuters.
Saham perusahaan pelayaran telah meningkat sejak serangan yang dilakukan oleh militan Houthi yang berbasis di Yaman terhadap beberapa kapal di Laut Merah dengan ekspektasi bahwa rute yang lebih panjang akan mengakibatkan tarif angkutan yang lebih tinggi.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





