Jumat, 15 Mei 2026

Perusahaan Nikel (NICE) IPO di Rp 438, Siap Dicaplok LXI Korea

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Jan 2024 | 07:10 WIB
BAGIKAN
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE). Perseroan
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE). Perseroan

JAKARTA, investor.id - Perusahaan tambang nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE)/AKP melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1.216.404.000 saham atau 20%.

Saham yang ditawarkan bukanlah saham baru, melainkan saham milik pemegang saham lama. Pemegang saham yang menjual sahamnya tersebut adalah PT Sungai Mas Minerals (SMM) dan PT Inti Mega Ventura (IMEV) yang masing-masing melepas 608.202.000 saham.

Harga IPO divestasi ini dipatok Rp 438/saham, sehingga nilai keseluruhannya sebesar Rp 532,78 miliar.

Lantaran seluruh saham yang ditawarkan dalam IPO saham ini merupakan milik para pemegang saham penjual. Oleh karena itu, seluruh dana hasil IPO akan diterima oleh para pemegang saham penjual dan perseroan tidak menerima dana hasil penawaran umum perdana saham.

ADVERTISEMENT

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Trimegah Sekuritas, KB Valbury Sekuritas, dan UOB Kay Hian Sekuritas.

Masa penawaran umumnya berlangsung 3-5 Januari 2024, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 9 Januari 2024.

Sebelum IPO, SMM menggenggam 51% saham NICE, sedangkan IMEV memiliki 48,18% saham NICE. Selain itu ada Michael Adhidaya Susantyo (MAS) dan Victor Agung Susantyo (VAS) yang masing-masing mempunyai 0,41% saham NICE.

Setelah IPO, SMM jadi mempunyai 41% saham, sedangkan IMEV 38,18% saham. Sementara Michael dan Victor tetap menggenggam masing-masing 0,41% saham.

PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) didirikan pada tahun 2008 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel melalui kegiatan eksplorasi melalui proyek nikel laterit yang merupakan kontributor utama dalam industri bijih nikel global.

Tambang perseroan terletak di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, 180 km sebelah barat laut Kabupaten Kendari, lokasi yang dengan sumber daya nikel melimpah dan lokasi ekstraksi nikel yang paling signiikan. Tambang perseroan memiliki luas area konsesi sebesar 1.975 hektare (ha) di mana kepemilikan dan pengoperasian tambang dilakukan secara 100%.

LX International

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia