Perusahaan Nikel (NICE) IPO di Rp 438, Siap Dicaplok LXI Korea
JAKARTA, investor.id - Perusahaan tambang nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE)/AKP melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1.216.404.000 saham atau 20%.
Saham yang ditawarkan bukanlah saham baru, melainkan saham milik pemegang saham lama. Pemegang saham yang menjual sahamnya tersebut adalah PT Sungai Mas Minerals (SMM) dan PT Inti Mega Ventura (IMEV) yang masing-masing melepas 608.202.000 saham.
Harga IPO divestasi ini dipatok Rp 438/saham, sehingga nilai keseluruhannya sebesar Rp 532,78 miliar.
Lantaran seluruh saham yang ditawarkan dalam IPO saham ini merupakan milik para pemegang saham penjual. Oleh karena itu, seluruh dana hasil IPO akan diterima oleh para pemegang saham penjual dan perseroan tidak menerima dana hasil penawaran umum perdana saham.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Trimegah Sekuritas, KB Valbury Sekuritas, dan UOB Kay Hian Sekuritas.
Masa penawaran umumnya berlangsung 3-5 Januari 2024, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 9 Januari 2024.
Sebelum IPO, SMM menggenggam 51% saham NICE, sedangkan IMEV memiliki 48,18% saham NICE. Selain itu ada Michael Adhidaya Susantyo (MAS) dan Victor Agung Susantyo (VAS) yang masing-masing mempunyai 0,41% saham NICE.
Setelah IPO, SMM jadi mempunyai 41% saham, sedangkan IMEV 38,18% saham. Sementara Michael dan Victor tetap menggenggam masing-masing 0,41% saham.
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) didirikan pada tahun 2008 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel melalui kegiatan eksplorasi melalui proyek nikel laterit yang merupakan kontributor utama dalam industri bijih nikel global.
Tambang perseroan terletak di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, 180 km sebelah barat laut Kabupaten Kendari, lokasi yang dengan sumber daya nikel melimpah dan lokasi ekstraksi nikel yang paling signiikan. Tambang perseroan memiliki luas area konsesi sebesar 1.975 hektare (ha) di mana kepemilikan dan pengoperasian tambang dilakukan secara 100%.
LX International
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





