Harga Nikel dan Timah Masih Kuat Naik, Begini Rekomendasi Sahamnya
JAKARTA, investor.id – Harga nikel diperkirakan masih cenderung naik dan saat ini bergerak di luar pola downtrend dalam jangka menengah yang relatif kuat. Komoditas logam lainnya, yaitu timah, juga diprediksi masih cenderung naik. Namun, harga saat ini bergerak di luar pola uptrend dalam jangka pendek yang relatif tidak kuat.
Secara teknikal, untuk harga nikel, indikator Stochastic%D Optimized, RSI Optimized, dan W%R Optimized relatif masih cenderung naik di atas moving average optimized periode 4 hari, yang mengindikasikan harga masih cenderung naik.
“Sebagai acuan, trading range harga nikel saat ini antara 15.494-17.275,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas, Tasrul Tanar dalam ulasannya, Senin (29/1/2024).
Para pemodal dapat mencermati saham-saham nikel ini, dengan rekomendasi beli dan jual. Saham-saham tersebut adalah ANTM, INCO, MBMA, dan NCKL.
Mirae memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham ANTM. Target harganya Rp 1.650. Adapun kisaran harga untuk trading harian Rp 1.540-1.600. Cut loss di Rp 1.520.
Pemodal juga bisa buy on weakness saham INCO. Target harga INCO dipatok Rp 4.370. Sedangkan kisaran harga untuk trading harian Rp 3.930-4.080. Cut loss di Rp 3.910.
Selain itu, buy on weakness saham NCKL dengan target harga Rp 960. Kisaran harga untuk trading harian Rp 890-920. Cut loss di Rp 880.
Sedangkan rekomendasi saham MBMA adalah sell on strength. Target harga MBMA Rp 710. Kisaran harga untuk trading harian Rp 650-690. Cut loss di Rp 620.
Sementara itu, mengenai harga timah, secara teknikal indikator Stochastic%D Optimized, RSI Optimized, dan William%R Optimized sudah berada di area ovebought dan harga masih di atas moving average optimized periode 6 hari, yang mengindasikan potensi koreksi masih terlihat secara umum.
Sebagai acuan, trading range harga timah saat ini antara 25.301-26.860,” sebut Tasrul.
Mirae memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham TINS. Target harga TINS Rp 640. Adapun kisaran harga untuk trading harian Rp 590-605. Cut loss di Rp 570.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






