Minggu, 21 Juni 2026

Breaking News, GOTO Sudah Capai Titik Impas, Target Harga Tinggi

Penulis : Harso Kurniawan
31 Jan 2024 | 21:51 WIB
BAGIKAN
GOTO. (Perseroan)
GOTO. (Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sudah mencapai titik impas EBITDA disesuaikan kuartal IV-2023. Ini mengalahkan proyeksi manajemen sekaligus kalangan analis.

Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas, Rabu (31/1/2024), manajemen GOTO sebelumnya memprediksi rugi EBITDA disesuaikan berkisar Rp 53-753 miliar, sedangkan versi Mandiri Sekuritas Rp 863 miliar.

“Kuartal III-2023, GOTO membukan rugi EBITDA disesuaikan Rp 942 miliar. Gojek, Tokopedia, bisnis fintech, dan logistik masing-masing menyumbangkan rugi EBITDA Rp 48 miliar, Rp 221 miliar, Rp 388 miliar, dan Rp 114 miliar,” tulis Mandiri Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Kinerja keuangan GOTO kuartal IV-2023 akan dirilis Maret 2024. Mandiri Sekuritas menyematkan rekomendasi buy saham GOTO dengan target harga Rp 125.

Hari ini, GOTO dan TikTok mengumumkan penyelesaian dari transaksi yang akan memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan fokus pada pemberdayaan serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM nasional.

Bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia secara resmi bergabung di bawah PT Tokopedia, yang dimiliki bersama oleh GOTO dan TikTok sebagai mitra strategis di Indonesia. TikTok sebagai pemegang saham pengendali.

Sementara itu, dalam keterbukaan informasi dijelaskan, pada 31 Januari 2024, para pihak menyelesaikan transaksi melalui penyelesaian transaksi saham, dimana Tokopedia telah menerbitkan saham baru kepada TikTok Nusantara (SG) Pte Ltd yang menyebabkan TikTok Nusantara (SG) Pte Ltd memiliki 75,01% saham.

Nilai transaksi, berdasarkan keterbukaan informasi, apabila dihitung sebagai suatu rangkaian transaksi, mencapai US$ 2,18 miliar atau setara Rp 33,84 triliun.

Proses integrasi dan migrasi untuk menghadirkan pengalaman berbelanja secara lancar di aplikasi TikTok dan Tokopedia sejauh ini telah mengalami kemajuan dan berjalan dengan baik, serta diharapkan akan rampung dalam periode uji coba. Proses ini dilaksanakan dengan konsultasi kepada kementerian dan lembaga terkait, sesuai peraturan yang berlaku.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 16 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 47 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia