Net Buy Membesar di Awal Bulan Pemilu, Asing Gerak Cepat Masuk ke Saham Ini
JAKARTA, investor.id – Investor asing bergerak cepat dengan terus memborong saham di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 1-2 Februari 2024, atau awal bulan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) presiden dan wakil presiden. Sesuai jadwal, pemungutan suara akan berlangsung pada Rabu, 14 Februari 2024.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melakukan transaksi beli bersih (net buy) saham sebesar Rp 886,1 miliar pada Kamis (1/2/2024).
Net buy terbesar di pasar reguler saat itu terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 543,6 miliar. Selain BBCA, asing juga masuk ke saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan net buy sebesar Rp 198,8 miliar.
Kemudian, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy Rp 131 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 103,5 miliar.
Sebaliknya, transaksi jual bersih (net sell) terbanyak oleh investor asing melanda saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT MD Pictures Tbk (FILM), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Namun, nilainya tidak signifikan. Net sell saham KLBF sebesar Rp 31,6 miliar, FILM Rp 28,5 miliar, dan MEDC Rp 21,5 miliar.
Lebih lanjut pada Jumat (2/2/2024), investor asing kembali mencetak net buy, bahkan dengan nilai yang makin besar senilai Rp 1,46 triliun. Alhasil, total net buy saham oleh asing di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun berjalan ini menembus Rp 10 triliun, tepatnya Rp 10,6 triliun, dari sebelumnya Rp 9,2 triliun.
Net buy terbesar di pasar reguler pada Jumat (2/2) dialami saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 461,4 miliar. Lalu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 238,6 miliar.
Sebaliknya, net sell terbanyak oleh investor asing menyasar saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Tetapi, nilainya tergolong kecil. Net sell saham ANTM sebesar Rp 16,7 miliar, MDKA Rp 16,1 miliar, dan ITMG Rp 14,5 miliar.
Perilaku Asing Setiap Tahun Pemilu
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa investor asing selalu membukukan transaksi net buy saham pada tahun-tahun pemilu. Indeks harga saham gabungan (IHSG) juga selalu bertumbuh.
Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan net buy Rp 12,1 triliun pada 1999. Lalu, pada 2004, net buy Rp 18,8 triliun. Kemudian, pada 2009, net buy Rp 13,2 triliun.
Selanjutnya, pada 2014, investor asing mencetak net buy Rp 42,6 triliun. Terakhir, pada 2019, net buy Rp 49,2 triliun.
Sementara itu, IHSG pada 1999 melejit 70% dan kapitalisasi pasar (market cap) melesat 157,1%. Pada 2004, IHSG melonjak 44,5% dan market cap naik 47,7%. Pada 2009, IHSG menguat 86,9% dan market cap meningkat 87,5%.
Berikutnya, pada 2014, IHSG terkerek 22,2% dan market cap tumbuh 23,9%. Terakhir, pada 2019, IHSG menguat 1,7% dan market cap naik 3,4%.
Hal itu menunjukkan bahwa investor, termasuk asing, tetap optimistis terhadap pasar modal Indonesia pada setiap tahun pemilu.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






