Kisi-kisi Kinerja Antam (ANTM) dan Vale (INCO), plus Target Sahamnya
JAKARTA, investor.id – Mirae Asset Sekuritas memberikan pandangan terbaru mengenai emiten nikel, terutama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), menyusul gambaran kinerja operasional kedua perusahaan tersebut pada 2023.
ANTM mencatat penjualan sebanyak 20,1 ribu ton feronikel (FeNi), 11,7 juta ton bijih nikel, dan logam lainnya pada 2023. Dengan angka-angka tersebut, Mirae memperkirakan pendapatan ANTM bakal 2-3% lebih rendah dari perkiraan awal yang sebesar Rp 41,7 triliun. Namun, masih sesuai ekspektasi.
“Kami mempertahankan proyeksi EBITDA dan laba bersih ANTM masing-masing sebesar Rp 4,8 triliun dan Rp 3,7 triliun,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan dalam ulasannya, Selasa (6/2/2024).
Sementara itu, untuk INCO, Mirae memperkirakan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan volume penjualan INCO sesuai dengan perkiraan Mirae, yaitu masing-masing sekitar US$ 17.000/ton dan 70,4 ribu ton. Hal itu berdasarkan diskusi terbaru antara Mirae dan INCO.
“Kami mempertahankan proyeksi pendapatan INCO sebesar US$ 1,22 miliar. Adapun EBITDA dan laba bersih INCO pada 2023 diperkirakan mencapai US$ 532 juta dan US$ 262 juta,” ungkap Rizkia.
Sebab itu, Mirae mempertahankan target harga saham ANTM sebesar Rp 1.850. Sedangkan target harga saham INCO Rp 4.900.
“Kami mungkin akan merevisi pandangan kami tentang sektor nikel setelah presentasi perusahaan terkait kinerja 2023 yang akan datang pada akhir Februari/Maret,” pungkas Rizkia.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






