Harita Nickel (NCKL) Siap Private Placement 10% Saham dan Rights Issue 30%
Saat ini, NCKL tengah menggarap megaproyek smelter nikel berteknologi high pressure acid leach (HPAL) senilai Rp 17,9 triliun dan smelter nikel berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF). Proyek yang berlokasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam dua tahun ke depan.
“Hingga saat ini, kami bermitra dengan Lygend Resources & Technology untuk PT Obi Nickel Cobalt (ONC) dan PT Karunia Permai Sentosa (KPS). Ke depan, kami tidak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan pihak lain yang berpotensi menjadi mitra strategis baru,” kata Direktur Utama Harita Nickel (NCKL) Roy Arman Arfandy, belum lama ini.
Roy mengungkapkan, PT ONC merupakan anak usaha Harita Nickel yang akan menggarap proyek pembangunan smelter nikel HPAL di Pulau Obi. “Pabrik ini menjadi pabrik HPAL yang kedua bagi perusahaan dan Harita Nickel menginvestasikan dana sekitar US$ 1,1-1,2 miliar atau setara Rp 16,4-17,9 triliun,” jelas dia.
Roy menambahkan, smelter nikel tersebut akan beroperasi dengan tiga lini produksi. Smelter berkapasitas 65.000 metal ton per tahun ini diperkirakan memulai produksi secara bertahap pada pertengahan tahun depan.
NCKL juga tengah membangun smelter nikel RKEF melalui perusahaan asosiasi, PT Karunia Permai Sentosa (KPS). Smelter nikel dengan 12 lini produksi ini dapat memproduksi 185.000 metal ton per tahun. Smelter nikel RKEF ketiga ini diperkirakan selesai dan siap beroperasi secara bertahap mulai pertengahan 2025.
“Sumber dana pembiayaan kedua proyek itu sebagian berasal dari dana perusahaan dan sisanya dari pinjaman sindikasi,” pungkas Roy.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






