Jumat, 15 Mei 2026

Awal 2024, Surya Biru Murni (SBMA) Catat Kenaikan Permintaan Acetylene dan Oxygen

Penulis : Indah Handayani
19 Feb 2024 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Surya Biru Murni Acetylene (SBMA)
Surya Biru Murni Acetylene (SBMA)

BALIKPAPAN, investor.id - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mencatatkan kenaikan permintaan acetylene dan oxygen di awal 2024. Hal itu seiring dengan terus meningkatnya proyek-proyek yang ada di Pulau Kalimantan.  

Direktur Utama Surya Biru Murni Acetylene (SBMA) Rini Dwiyanti mengatakan, setelah terelasinya Pabrik Air Separation Plant (Pabrik ASP) baru, hasil produksinya langsung terserap ke pasar. “Kami optimistis permintaan pasar akan semakin meningkat lagi setelah terealisasinya pembelian peralatan kerja seperti lorry tank, iso tank, truk, tabung,” ungkapnya dalam keterangan pers, Minggu (18/2/2024).

Menurut Rini, penjualan Karbon Dioksida (CO2) tergantung kebutuhan dari proyek yang di pulau Kalimantan, hal ini akan semakin meningkat setelah pemilu selesai. Perseroan pun sudah mulai merasakan dampak dari terealisasinya penjualan Liquid CO2 kepada Pabrik semen yang ada di pulau Kalimantan seperti Kobexindo dan Indocement.

ADVERTISEMENT

“Hal ini paling menggembirakan bagi Perseroan tentunya bagi Pabrik Semen karena semakin mudah untuk melakukan permintaan kebutuhan barang yang berada di satu wilayah,” ujar Rini. 

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Perseroan juga telah menambah alat kerja seperti tabung acetylene dan truk untuk mendukung pemenuhan atas permintaan barang yang meningkat. Hal dasar yang dilakukan Perseroan pada awal 2024 adalah sudah membuat budget dengan orientasi pertama meningkatkan penjualan liquid produk di pasar yang selama ini kurang maksimal untuk di supply barangnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia