Awal 2024, Surya Biru Murni (SBMA) Catat Kenaikan Permintaan Acetylene dan Oxygen
BALIKPAPAN, investor.id - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mencatatkan kenaikan permintaan acetylene dan oxygen di awal 2024. Hal itu seiring dengan terus meningkatnya proyek-proyek yang ada di Pulau Kalimantan.
Direktur Utama Surya Biru Murni Acetylene (SBMA) Rini Dwiyanti mengatakan, setelah terelasinya Pabrik Air Separation Plant (Pabrik ASP) baru, hasil produksinya langsung terserap ke pasar. “Kami optimistis permintaan pasar akan semakin meningkat lagi setelah terealisasinya pembelian peralatan kerja seperti lorry tank, iso tank, truk, tabung,” ungkapnya dalam keterangan pers, Minggu (18/2/2024).
Menurut Rini, penjualan Karbon Dioksida (CO2) tergantung kebutuhan dari proyek yang di pulau Kalimantan, hal ini akan semakin meningkat setelah pemilu selesai. Perseroan pun sudah mulai merasakan dampak dari terealisasinya penjualan Liquid CO2 kepada Pabrik semen yang ada di pulau Kalimantan seperti Kobexindo dan Indocement.
“Hal ini paling menggembirakan bagi Perseroan tentunya bagi Pabrik Semen karena semakin mudah untuk melakukan permintaan kebutuhan barang yang berada di satu wilayah,” ujar Rini.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Perseroan juga telah menambah alat kerja seperti tabung acetylene dan truk untuk mendukung pemenuhan atas permintaan barang yang meningkat. Hal dasar yang dilakukan Perseroan pada awal 2024 adalah sudah membuat budget dengan orientasi pertama meningkatkan penjualan liquid produk di pasar yang selama ini kurang maksimal untuk di supply barangnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

