Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: Pasar Menguat Terbatas, Serok Cuan dari ADMR hingga BMRI

Penulis : Indah Handayani
19 Feb 2024 | 07:20 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar penunjuk pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar penunjuk pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG menguat terbatas pada Senin (19/2/2024). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada support dan resistance di level 7.270 – 7.370. Perusahaan efek itu merekomendasikan serok cuan dari ADMR hingga BMRI.

“Potensi koreksi masih terbuka, hati-hati dan cermati,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (19/2/2024).

Pada perdagangan Jumat (16/2/2024), IHSG ditutup menguat sebesar 32,26 poin (0,44%) ke level 7.335. Penguatan tersebut ditopang oleh melesatnya sektor perindustrian sebesar 0,51%.  

ADVERTISEMENT

Pilarmas menjelaskan, pada akhirnya untuk kesekian kalinya China mempertahankan untuk tidak mengubah tingkat suku bunga kreditnya untuk tetap bertahan di 2.5%. Meskipun ini semua sudah sesuai dengan prediksi, namun pelaku pasar dan investor tetap kecewa karena deflasi semakin dalam, sektor property yang kian semakin suram, ditambah lagi dengan lesunya permintaan dan daya beli.

“Pemulihan ekonomi yang berjalan dengan lambat, hanya akan membuat perekonomian semakin terpuruk lagi,” tambah Pilarmas.

Dari dalam negeri, pertemuan Bank Indonesia pada 21 Februari akan mencuri perhatian, meskipun tingkat suku bunga di proyeksikan akan tetap tidak berubah karena The Fed juga belum akan menurunkan tingkat suku bunganya. Sentimen akan minim, namun volatilitas akan naik dan turun seiring dengan tensi politik dari dalam negeri yang mempengaruhi kedepannya.

“Perhatikan momentum dan kesempatan, di tengah tingginya IHSG saat ini karena sentimen pemilu,” papar Pilarmas.

Sementara itu, Pilarmas  menambahkan, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menuturkan bahwa target kewajiban pasokan batu bara dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) di tahun 2024 adalah sebesar 220 juta ton, artinya target ini lebih besar 3,2% dibandingkan realisasi di tahun sebelumnya yang sebesar 213 juta ton.

Meskipun DMO meningkat, target produksi di tahun ini lebih rendah ketimbang realisasi batu bara di tahun 2023 yang sebesar 775,2 juta ton. Oleh karenanya, kami memproyeksikan di tahun ini harga batu bara akan bertahan stabil untuk waktu yang cukup lama. Namun masih terdapat kemungkinan harga batu bara akan merangkak naik jika peperangan antara Israel-Hamas, Ukraina-Rusia, dan konflik di Timur Tengah semakin memanas.

“Hal ini perlu menjadi perhatian mengingat batu bara menyumbang hampir sekitar 15% dari seluruh total ekspor Indonesia,” jelas Pilarmas.

Baca juga: 

Pilarmas merekomendasikan serok cuan dari ADMR hingga BMRI. Berikut trading plan­-nya:

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia