Diborong Pengendali di Harga Tinggi, Saham Batu Bara Ini Masih Betah di Gocap
Tak disebutkan siapa pihak penjual dari 1,4 miliar saham Black Diamond Resources (COAL). Namun berdasarkan data pemegang saham COAL per 31 Januari 2024, Hendra Hasan Kustarjo memiliki 1,4 miliar saham COAL atau 22,4%. Nama Hendra Hasan sendiri tidaklah asing di kancah pasar modal Indonesia.
Nama Hendra Hasan Kustarjo terpantau pernah memiliki saham PANI (saat masih bernama PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk). PANI sendiri sekarang namanya menjadi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk dan merupakan emiten di bawah naungan Grup Agung Sedayu dan Grup Salim.
Selain itu, Hendra Hasan Kustarjo sempat menggenggam saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) hingga PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE).
Namun kini, hendra hasan sudah tak tercatat lagi sebagai pemegang saham 5% atau lebih di emiten-emiten tersebut.
Sementara itu, berdasarkan data pasar memang terjadi transaksi saham COAL di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 1,4 miliar saham pada 12 Februari 2024.
Sementara itu, saham COAL pada perdagangan 13 Februari 2024 ditutup stagnan di Rp 50. Saham COAL sejak Agustus 2023 betah di area Rp 50 atau gocap.
Black Diamond Resources mencatatkan sahamnya dengan kode COAL sejak 7 September 2022. Perseroan menggelar initial public offering (IPO) dengan melepas 1,25 miliar saham atau 20% di harga Rp 100/saham.
Per 31 Januari 2024, masyarakat nonwarkat jadi mengenggam 2.280.048.500 saham atau 36,48%.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




