Jumat, 15 Mei 2026

ARA Terus, Saham Ini Melejit 168% dari Gocap, BEI Bertindak

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Feb 2024 | 07:50 WIB
BAGIKAN
ICTSI Jasa Prima (KARW). Perseroan
ICTSI Jasa Prima (KARW). Perseroan

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil tindakan dengan melakukan penghentian sementara (suspensi) saham PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) pada perdagangan 19 Februari 2024. Pasalnya, terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham ICTSI Jasa Prima dengan kode KARW.

“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) pada perdagangan tanggal 19 Februari 2024,” jelas pengumuman BEI.

BEI menyebutkan penghentian sementara perdagangan saham KARW tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham KARW.

ADVERTISEMENT

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” ungkap pengumuman BEI.

Saham KARW pada perdagangan 16 Februari 2024 ditutup di Rp 134 atau naik 9,84% mentok auto rejection atas (ARA). Saham ini selalu ARA sejak perdagangan 2 Februari 2024.

Pada 19 Januari 2024, saham KARW masih di Rp 50 alias gocap. Namun saham ini mulai melesat sejak 22 Januari. Artinya sejak penutupan 19 Januari sampai 16 Februari, saham KARW melambung 168%. Saham KARW masuk dalam daftar efek pada papan pemantauan khusus.

PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) bergerak dalam bidang jasa bongkar muat, serta pengembangan, pembangunan dan pengoperasian fasilitas infrastruktur maritim dan layanan terkait.

PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) sendiri telah menerima informasi bahwa telah terjadi perubahan pengendalian pada perseroan.

“Hal tersebut disebabkan telah dialihkannya 80,19% saham KARW oleh ICTSI Far East Pte Ltd (penjual) kepada PT Saranakelola Investa (pembeli),” ungkap direktur utama KARW, Tejas Nataraj dalam keterbukaan informasi, baru-baru ini.

Terhitung sejak tanggal 1 Februari 2024, pembeli telah efektif menjadi pengendali baru pada perseroan.

Di sisi lain, Meratus juga telah mengumumkan akuisisi strategis terhadap PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW)/IJP.

Sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Meratus pada situs webnya, akuisisi ini dirancang sebagai langkah kunci dalam membangun konektivitas sebagai operator terintegrasi swasta terkemuka di Indonesia yang melayani bisnis pelayaran, logistik dan pelabuhan. Meratus adalah perusahaan pertama yang mengintegrasikan pelayaran dan logistik di Indonesia.

Tender Offer

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia