Jumat, 15 Mei 2026

Ditanya soal Saham & Aksi Korporasi, Begini Jawaban Sido Muncul (SIDO)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
28 Feb 2024 | 07:30 WIB
BAGIKAN
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: Ist
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: Ist

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan atas volatilitas transaksi saham PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Hal tersebut terungkap dari keterbukaan informasi SIDO dalam menjawab permintaan penjelasan BEI.

“Sehubungan dengan surat Bursa Efek Indonesia No.S-02073/BEI.PP3/02-2024 tanggal 23 Februari 2024, maka kami sampaikan jawaban perseroan sebagai berikut,” jelas Direktur Utama Sido Muncul, David Hidayat dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (28/2/2024).

Saham Sido Muncul sendiri selalu menghijau sejak perdagangan 15-23 Februari 2024. Sejak penutupan 13 Februari sampai akhir perdagangan 23 Februari, saham ini melesat 25%. Adapun pada perdagangan 27 Februari kemarin, saham SIDO stagnan di Rp 620.

Salah satu pertanyaan BEI adalah apakah perseroan mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

ADVERTISEMENT

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” terang David Hidayat.

BEI penasaran apakah ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik

“Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta keberlangsungan hidup perseroan, yang belum diungkapkan kepada publik,” sebut Davidi Hidayat.

BEI juga menanyakan apakah perseroan memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).

David menyatakan, sebagaimana biasanya dalam agenda rapat umum pemegang saham tahunan perseroan dalam waktu dekat termasuk di dalamnya tindakan korporasi.

BEI terakhir menanyakan perihal rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Sido Muncul.

David Hidayat menjelaskan, menurut informasi pemegang saham utama, hingga saat ini belum ada rencana pasti terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan. Apabila ke depannya terdapat rencana dari pemengang saham utama terkait kepemilikan sahamnya di perseroan, tentunya perseroan akan melakukan keterbukaan informasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

RUPST

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia