Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Terpukul Saat Saham Teknologi Berbasis AI Justru Melesat

Penulis : Indah Handayani
5 Mar 2024 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street terpukul pada Senin (4/3/2024), disaat saham-saham teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) justru melesat. 

Dikutip CNBC internasional, S&P 500 merosot 0,12% menjadi 5.130,95 dan Nasdaq Composite turun 0,41% menjadi 16.207,51. Sedangkan Dow Jones Industrial Average kehilangan 97,55 poin (0,25%) menjadi ditutup pada 38.989,83.

Penurunan lebih dalam mampu diredam oleh kenaikan saham favorit berbasis AI, Nvidia, naik di atas 3%. Saham Super Micro Computer melonjak 18% setelah S&P Dow Jones Indices mengumumkan bahwa saham ini akan bergabung dengan S&P 500 pada akhir Maret.

ADVERTISEMENT

Beberapa saham yang berfokus pada Bitcoin, termasuk Microstrategy dan Coinbase, juga mengalami kenaikan signifikan ketika mata uang kripto mendekati rekor tertingginya pada 2021. Hal itu menunjukkan tanda-tanda bahwa Wall Street mengambil risiko dalam sesi perdagangan Senin.

Namun, saham teknologi lainnya akhirnya menahan pasar, dengan sektor layanan komunikasi S&P 500 memimpin penurunan indeks. Saham Apple turun 2,5% setelah dikenakan denda persaingan tidak sehat oleh Uni Eropa sekitar US$ 2 miliar. Saham Tesla turun lebih dari 7% setelah mengumumkan diskon harga baru dan insentif akhir pekan lalu.

Di luar teknologi, saham Ford bertambah lebih dari 2% berkat data penjualan yang kuat. Saham Macy’s melonjak lebih dari 13% setelah Arkhouse Management dan Brigade Capital Management meningkatkan tawaran mereka untuk toko departemen tersebut.

Saham JetBlue naik lebih dari 4%, sementara Spirit Airlines anjlok lebih dari 10%. Maskapai penerbangan tersebut mengumumkan pada Senin bahwa mereka akan menghentikan rencana untuk bergabung, beberapa minggu setelah kalah dalam gugatan persaingan tidak sehat federal yang membahayakan kesepakatan senilai US$ 3,8 miliar.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia