Waspada Sentimen Negatif, Begini Strategi Trading Tiga Saham Jelang Libur Panjang Idulfitri
JAKARTA, investor.id - Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani mengingatkan traders untuk waspada pada tiga sentimen negatif pada pekan ini, yaitu inflasi inti tahunan Indonesia, persiapan libur panjang Hari Raya Idulfitri dan Non-Farm Payroll Amerika Serikat (AS) pada Maret. Untuk itu, begini strategi trading tiga saham menjelang libur panjang Idulfitri.
"Saat ini IHSG sedang menguji support MA50. Apabila tidak mampu bertahan maka IHSG berpotensi untuk terus turun ke 7.180 - 7.200," ungkap Dimas dalam risetnya, Minggu (31/3/2024).
Dimas menjelaskan, tepat pada 1 April Indonesia akan merilis data inflasi inti tahunan untuk bulan Maret. Berdasarkan konsensusnya, inflasi inti tahunan Indonesia akan berada di level 1,7%. Pada bulan sebelumnya, indikator ini berada di level 1,68%.
“Meskipun secara konsensus mengalami peningkatan, namun angka ini masih berada di dalam rentang target yang ditetapkan oleh BI yakni inflasi tahunan di 2024 sebesar 2% plus minus 1,” papar Dimas.
Terkait sentimen persiapan libur panjang Hari Raya Idulfitri, terang Dimas, fenomena tahunan ini akan berdampak pada pengeluaran masyarakat dan transaksi harian di bursa. Pengeluaran masyarakat akan meningkat pada masa ini dan berpotensi memberikan katalis positif untuk emiten consumer untuk kuartal II nanti, sedangkan transaksi di bursa akan berlaku sebaliknya.
“Umumnya orang akan melakukan penarikan dana dari RDN-nya menjelang libur Lebaran. Ditambah lagi, dengan persiapan mudik yang membuat transaksi harian bursa menurun pada masa ini,” papar Dimas.
Selanjutnya, Dimas mengatakan, terkait sentimen Non-Farm Payroll AS pada Maret yang dirilis pada Jumat akhir pekan ini, berdasarkan konsensusnya NFP untuk bulan Maret atau penambahan tenaga kerja diprediksi akan mendapat tambahan tenaga kerja sebesar 200 ribu. Pada bulan sebelumnya, NFP tercatat tambahan tenaga kerja sebesar 275 ribu, yang jauh berada di atas konsensusnya yang hanya sebesar 200 ribu. Hal ini menandakan kuatnya kondisi tenaga kerja di AS saat ini.
"Bagai pisau bermata dua, ketika data tenaga kerja menunjukkan hal yang positif dengan banyaknya tambahan tenaga kerja berimbas terhadap berputarnya roda ekonomi. Namun di sisi lain, jika hal ini tidak dapat dikendalikan dengan baik, bisa membuat tingkat inflasi semakin menjauh dari target yang ditetapkan oleh The Fed di 2024 yakni 2%," jelas Dimas.
Berkaca pada data-data ekonomi dan sentimen tersebut, Dimas merekomendasikan strategi trading pada tiga saham pilihan untuk pekan ini hingga Jumat (5/4/2024), yaitu:
AMRT
Rekomendasi: Buy on Breakout
Support: 2.500
Resistance: 3.300
INKP
Rekomendasi: Buy on Pullback
Support: 9.100
Resistance: 10.000
GJTL
Rekomendasi: Buy on Breakout
Support: 1.300
Resistance: 1.500
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






