Jumat, 15 Mei 2026

Penguatan Rupiah Dampak Pernyataan The Fed

Penulis : Grace El Dora
3 Mei 2024 | 11:30 WIB
BAGIKAN
Sejumlah petugas melayani penukaran uang dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta pada Rabu (17/4/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wpa)
Sejumlah petugas melayani penukaran uang dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta pada Rabu (17/4/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wpa)

JAKARTA, investor.id – Rupiah masih bisa menguat pada Jumat (3/5/2024) terhadap dolar Amerika Serikat (AS), lantaran pasar menyambut positif pernyataan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Mata uang rupiah terhadap dolar AS menguat 108 poin atau 0,67% ke level Rp 16.077 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya saat rupiah bertengger di level Rp 16.185 per dolar AS.

“Pasar masih menyambut positif pernyataan Jerome Powell, Gubernur bank sentral AS, pascarapat kebijakan moneter yang mengisyaratkan tidak adanya kenaikan suku bunga acuan AS tahun ini,” terang pengamat pasar uang Ariston Tjendra dalam catatan Jumat (3/5/2024).

ADVERTISEMENT

Indeks dolar AS juga terlihat menurun dari level 105,25 ke level 105,77.

Dia juga menilai data inflasi Indonesia pada April 2024 yang baru dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (2/5/2024) masih terjaga di kisaran target Bank Indonesia (BI), yakni 3,0%. Hasil ini dinilai dapat memberikan sentimen positif untuk rupiah, kata Ariston.

“Potensi penguatan rupiah ke kisaran Rp 16.100 hari ini, dengan potensi resisten di sekitar Rp 16.200,” ungkapnya.

Data Non-Farm Payroll (NFP) dan tenaga kerja lainnya akan dipublikasikan malam ini. Jika hasilnya menguat, jlas Ariston, maka dolar AS turut akan menguat.

Sebelumnya, data tenaga kerja AS yang dirilis Rabu (1/5/2024) dan Kamis (2/5/2024) menunjukkan datanya masih bagus. Misalnya data Automatic Data Processing (ADP) NFP yang mencapai 192 ribu dari prediksi 179 ribu.

“Data malam nanti bisa memberikan sentimen baru untuk pergerakan rupiah pekan depan. Data dari AS masih menjadi anchor pergerakan dolar AS dan rupiah,” imbuhnya.

Pada pekan depan, terdapat pula data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan data neraca perdagangan China.

“Ini bisa memberikan sentimen positif (terhadap rupiah) kalau datanya bagus,” pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 7 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 50 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 54 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia