Pemulihan Laba Antam (ANTM) dan Target Harga Baru Sahamnya
JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam membukukan laba bersih sebesar Rp 238 miliar pada kuartal I-2024 atau anjlok 85,1% yoy, namun tumbuh 4,1% qoq. Pendapatan juga terpangkas 25,6% yoy atau 15,1% qoq menjadi Rp 8,6 triliun.
Pelemahan itu disebabkan oleh koreksi harga nikel serta penurunan produksi bijih nikel hingga 57,1% yoy, akibat penundaan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) Antam. Sebagai informasi, dari delapan RKAB, lima sudah disetujui.
“Namun, dengan membaiknya produksi bijih nikel Antam sejak Maret 2024, kami mengantisipasi pemulihan pada kuartal-kuartal selanjutnya,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Benyamin Mikael dalam risetnya.
Menurut dia, meskipun tingkat produksi lemah pada kuartal I-2024, pihaknya memperkirakan volume penjualan bijih nikel Antam meningkat 2,5% yoy menjadi 12 juta wmt pada 2024.
Adapun lonjakan harga nikel baru-baru ini, yang didorong oleh beberapa faktor seperti larangan nikel Rusia di LME, penundaan persetujuan RKAB di Indonesia, kerusuhan di Kaledonia Baru, diperkirakan menjadi katalis terhadap pemulihan laba emiten berkode saham ANTM tersebut pada kuartal II-2024.
“Meski demikian, harga nikel yang tinggi ini diprediksi tidak akan bertahan dalam jangka panjang,” sebut Benyamin.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






