Harga Nikel Bisa Lampaui Perkiraan, Vale (INCO) Paling Diuntungkan
JAKARTA, investor.id – Ada indikasi kuat bahwa harga rata-rata nikel tahun ini akan melebihi perkiraan awal, karena beberapa faktor yang memengaruhi sentimen industri. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi emiten nikel yang paling diuntungkan.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan mengungkapkan sejumlah faktor yang memengaruhi sentimen industri nikel, antara lain lambatnya persetujuan Pemerintah Indonesia atas rencana kerja penambang yang membatasi pasokan bijih dari Tanah Air dan penurunan produksi dari negara-negara Barat, karena margin ketat akibat tingginya biaya produksi yang tidak dapat dikompensasi dengan mempertahankan harga yang lebih tinggi.
Selain itu, terdapat potensi gangguan pasokan nikel global akibat kerusuhan baru-baru ini di Kaledonia Baru, negara penghasil nikel terbesar ketiga di dunia.
“Meskipun kami tidak memperkirakan harga nikel segera naik di atas US$ 25.000/ton, tapi harga bakal tetap tinggi yang diprediksi sekitar US$ 20.000/ton pada akhir tahun ini,” tulis Rizkia dalam risetnya.
Karena itu, Mirae memperkirakan harga rata-rata nikel dapat melampaui skenario proyeksi terbaiknya sebesar US$ 18.000/ton. Untuk mencerminkan potensi kenaikan harga, Mirae telah merevisi asumsi harga dasar nikel menjadi US$ 18.150-20.750/ton.
“Kami yakin dinamika pasar saat ini dapat menguntungkan industri nikel Indonesia, khususnya INCO,” sebut Rizkia.
Sebagai informasi, Vale Indonesia (INCO) memiliki perjanjian penjualan jangka panjang dengan Vale Canada Ltd dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd. Harga jual rata-rata (average selling price/ASP) berkaitan dengan London Metal Exchange (LME).
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






