Emiten Ini Genjot Produksi Nikel, Tebar Dividen Lebih Besar dari Laba
Uniknya, dalam RUPS tahun buku 2023, NICL memutuskan pembagian dividen yang lebih besar dari laba neto pada 2023.
NICL membukukan laba neto Rp 27,13 miliar pada 2023. Dengan memperhatikan keuangan perseroan, direksi mengusulkan dalam RUPS untuk menetapkan pembagian dividen Rp 37.224.757.175 atau setara Rp 3,5 per saham.
"Dividen tunai senilai Rp 37,22 miliar juga berasal dari saldo laba pada 2022 yang sebesar Rp 82,85 miliar, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai Rp 3,5 per saham," jelas Ruddy.
Selanjutnya, Rp 5 miliar dari saldo laba akan disisihkan dan dibukukan sebagai dana cadangan. Sisanya sejumlah Rp 40,63 miliar dimasukkan dan dibukukan sebagai saldo laba perseroan.
NICL termasuk emiten yang kerap membagikan dividen kepada pemegang saham. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim Rp 4 per saham atau Rp 42,54 miliar pada Desember 2023.
Sementara itu, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, maka dalam RUPS, NICL melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) saham.
Dari IPO, NICL meraup dana Rp 200 miliar yang dikurangi biaya penawaran umum perdana saham Rp 4,86 miliar, sehingga dana bersih sebesar Rp 195,13 miliar. Per 5 Januari 2024, realisasi penggunaan dana yang dipakai untuk belanja modal Rp 71,38 miliar dan modal kerja Rp 123,75 miliar.
“Dengan demikian, dana hasil IPO saham telah digunakan sebesar 100%," tutup Ruddy.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



