Jumat, 15 Mei 2026

Pertamina Geothermal (PGEO) Bagi Dividen, Potensi per Sahamnya Segini, Berikut Jadwalnya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Mei 2024 | 07:52 WIB
BAGIKAN
Area Ulubelu di WKP Gunung Way Panas yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), sekitar 125 km dari Kota Bandar Lampung. (Foto: PGEO)
Area Ulubelu di WKP Gunung Way Panas yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), sekitar 125 km dari Kota Bandar Lampung. (Foto: PGEO)

JAKARTA, investor.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE akan membagikan dividen sebesar US$ 128,4 juta (sekitar Rp 2,07 triliun) untuk tahun buku 2023.

Rencana pembagian dividen sebesar 78,5% dari laba bersih 2023 tersebut, telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Pertamina Geothermal yang digelar di Jakarta pada Selasa (28/5/2024).

Dengan asumsi jumlah saham beredar 41.495.007.591 saham per 30 April 2024, maka potensi dividen PGEO ada di kisaran Rp 49,8/saham.

Saham PGEO pada perdagangan 30 Mei kemarin ditutup di Rp 1.235 (-2,37%). Jika berpatokan pada harga tersebut, maka potensi yield dividen PGEO sekitar 4%.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan ringkasan risalah RUPST PGEO terungkap bahwa cum dividen PGEO di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Juni 2024. Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi 7 Juni 2024.

Recording date di 7 Juni 2024 dan pembayaran dividen pada tanggal 28 Juni 2024.

“Pada RUPST ini, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih, yaitu untuk dividen sebesar US$128,4 juta atau 78,5% dari laba bersih perseroan tahun buku 2023, dan sebesar US$ 35,1 juta atau 21,5% dari laba bersih dialokasikan dan dibukukan sebagai cadangan wajib,” kata Direktur Utama PGE Julfi Hadi dalam keterangan resminya, Selasa (28/5/2024).

Kinerja Keuangan

Julfi menambahkan, RUPST tahun buku 2023 juga menyoroti hasil kinerja keuangan dan produksi Pertamina Geothermal (PGEO) yang positif. “Hal ini dibuktikan dengan pencapaian laba bersih sebesar US$ 163,57 juta, meningkat 28,47% dibanding 2022 (year on year/yoy), pendapatan usaha sebesar US$ 406,28 juta, meningkat 5,24% yoy, dan produksi operasi sendiri (own operations production) sebesar 4.734,57 GWh, meningkat 2,26% yoy,” ungkap dia.

Julfi menyatakan bahwa di tengah kondisi perekonomian global yang menantang, PGE mampu menerapkan strategi dan kebijakan strategis yang tepat sehingga bisa mendorong kinerja yang sangat baik di 2023. Secara umum, keseluruhan kinerja operasional dan keuangan perseroan meningkat dan berada di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023.

“Sepanjang tahun 2023, perseroan telah melakukan berbagai langkah pengembangan bisnis untuk memaksimalkan aset yang kami miliki, menciptakan nilai (creating values) dari bisnis yang telah berjalan, serta mewujudkan potensi bisnis produk-produk turunan geotermal, seperti green hydrogen,” kata Julfi.

Perseroan, lanjut Julfi, juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana IPO, yang dialokasikan untuk investasi pengembangan kapasitas tambahan dari wilayah kerja panas bumi (WKP) operasional melalui pengembangan konvensional dan utilisasi teknologi co-generation, investasi pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir.

Dana IPO juga digunakan untuk pembayaran sebagai facilities agreement antara perseroan dengan mandated lead arrangers, kreditur sindikasi awal, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai facility agent.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia