Pertamina Geothermal (PGEO) Bagi Dividen, Potensi per Sahamnya Segini, Berikut Jadwalnya
JAKARTA, investor.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE akan membagikan dividen sebesar US$ 128,4 juta (sekitar Rp 2,07 triliun) untuk tahun buku 2023.
Rencana pembagian dividen sebesar 78,5% dari laba bersih 2023 tersebut, telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Pertamina Geothermal yang digelar di Jakarta pada Selasa (28/5/2024).
Dengan asumsi jumlah saham beredar 41.495.007.591 saham per 30 April 2024, maka potensi dividen PGEO ada di kisaran Rp 49,8/saham.
Saham PGEO pada perdagangan 30 Mei kemarin ditutup di Rp 1.235 (-2,37%). Jika berpatokan pada harga tersebut, maka potensi yield dividen PGEO sekitar 4%.
Berdasarkan ringkasan risalah RUPST PGEO terungkap bahwa cum dividen PGEO di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Juni 2024. Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi 7 Juni 2024.
Recording date di 7 Juni 2024 dan pembayaran dividen pada tanggal 28 Juni 2024.
“Pada RUPST ini, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih, yaitu untuk dividen sebesar US$128,4 juta atau 78,5% dari laba bersih perseroan tahun buku 2023, dan sebesar US$ 35,1 juta atau 21,5% dari laba bersih dialokasikan dan dibukukan sebagai cadangan wajib,” kata Direktur Utama PGE Julfi Hadi dalam keterangan resminya, Selasa (28/5/2024).
Kinerja Keuangan
Julfi menambahkan, RUPST tahun buku 2023 juga menyoroti hasil kinerja keuangan dan produksi Pertamina Geothermal (PGEO) yang positif. “Hal ini dibuktikan dengan pencapaian laba bersih sebesar US$ 163,57 juta, meningkat 28,47% dibanding 2022 (year on year/yoy), pendapatan usaha sebesar US$ 406,28 juta, meningkat 5,24% yoy, dan produksi operasi sendiri (own operations production) sebesar 4.734,57 GWh, meningkat 2,26% yoy,” ungkap dia.
Julfi menyatakan bahwa di tengah kondisi perekonomian global yang menantang, PGE mampu menerapkan strategi dan kebijakan strategis yang tepat sehingga bisa mendorong kinerja yang sangat baik di 2023. Secara umum, keseluruhan kinerja operasional dan keuangan perseroan meningkat dan berada di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023.
“Sepanjang tahun 2023, perseroan telah melakukan berbagai langkah pengembangan bisnis untuk memaksimalkan aset yang kami miliki, menciptakan nilai (creating values) dari bisnis yang telah berjalan, serta mewujudkan potensi bisnis produk-produk turunan geotermal, seperti green hydrogen,” kata Julfi.
Perseroan, lanjut Julfi, juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana IPO, yang dialokasikan untuk investasi pengembangan kapasitas tambahan dari wilayah kerja panas bumi (WKP) operasional melalui pengembangan konvensional dan utilisasi teknologi co-generation, investasi pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir.
Dana IPO juga digunakan untuk pembayaran sebagai facilities agreement antara perseroan dengan mandated lead arrangers, kreditur sindikasi awal, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai facility agent.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






