Minggu, 21 Juni 2026

Emiten Grup Sinar Mas Jadi Pendatang Baru di 10 Besar Market Cap

Penulis : Jauhari Mahardhika
2 Jun 2024 | 09:43 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA). (Foto: Perseroan)
Salah satu fasilitas PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berhasil menembus jajaran 10 besar emiten dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Nilai market cap Dian Swastatika sang pendatang baru barisan emiten elite itu mencapai Rp 163 triliun, berdasarkan data BEI per 31 Mei 2024. Alhasil, emiten berkode saham DSSA tersebut bertengger di peringkat 10.

Dian Swastatika atau DSSA merupakan salah satu pilar bisnis Grup Sinar Mas di sektor energi dan infrastruktur. Sementara itu, di lantai bursa, DSSA kini menjadi saham termahal. Harganya terus naik, saat ini mencapai Rp 212.000.

ADVERTISEMENT

Posisi DSSA mendekati PT Astra International Tbk (ASII). ASII berada di peringkat 9 dengan market cap sebesar Rp 174 triliun.

Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menempati peringkat 1 dengan market cap senilai Rp 1.129 triliun. Peringkat 2 adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan market cap Rp 1.100 triliun. Kemudian, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di peringkat 3 dengan market cap Rp 876 triliun.

Selanjutnya, di peringkat 4 adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan market cap Rp 794 triliun. Diikuti, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di peringkat 5 dengan market cap Rp 651 triliun.

Setelah itu, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di peringkat 6, market cap Rp 599 triliun. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di peringkat 7, market cap Rp 545 triliun. PT Telkom Indonesia (TLKM) di peringkat 8, market cap Rp 287 triliun.

Adapun market cap gabungan dari 10 emiten elite tersebut mencapai Rp 6.319 triliun atau 53,4% dari total market cap bursa yang mencapai Rp 11.825 triliun.

Berikut adalah top 10 market cap di BEI:

1. BBCA Rp 1.129 triliun.

2. BREN Rp 1.100 triliun.

3. AMMN Rp 876 triliun.

4. TPIA Rp 794 triliun.

5. BBRI Rp 651 triliun.

6. BYAN Rp 599 triliun.

7. BMRI Rp 545 triliun.

8. TLKM Rp 287 triliun.

9. ASII Rp 174 triliun.

10. DSSA Rp 163 triliun.

Info Penting soal DSSA 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 29 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia