Minggu, 21 Juni 2026

Aliran Cuan PGN (PGAS) dan Target Harga Baru Sahamnya

Penulis : Jauhari Mahardhika
4 Jun 2024 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Pipa distribusi gas milik PGN (PGAS). (Dok. PGN)
Pipa distribusi gas milik PGN (PGAS). (Dok. PGN)

Dengan berbagai faktor yang ada, Samuel Sekuritas merekomendasikan buy saham PGAS. Target harga saham PGAS dinaikkan menjadi Rp 1.800 dari sebelumnya Rp 1.300. Target harga baru itu mencerminkan EV/EBITDA 2024 sebesar 2,8 kali.

Di lain pihak, RHB Sekuritas malah merevisi rekomendasi saham PGAS menjadi netral dari buy. Target harga saham PGAS juga baru di Rp 1.400 dari sebelumnya Rp 1.440. “Berdasarkan nilai ESG sebesar 2,9 dibandingkan median negara yang sebesar 3, kami menerapkan 2% diskon ESG ke target harga baru saham PGAS,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Menurut RHB Sekuritas, PGAS tengah menghadapi tantangan berat. Penurunan alami dari pemasok memaksa PGAS membeli gas dari pasar gas alam cair (LNG) untuk memenuhi permintaan gas domestik. Harga LNG US$ 10/mmbtu, lebih tinggi dibandingkan biaya pipa gas yang sebesar US$ 5,5-5,8/mmbtu.

ADVERTISEMENT

“Karena itu, kami perkirakan laba PGAS tahun 2024 berpotensi stagnan (yoy), jika volume distribusi gas melebihi 900 mmscfpd,” jelas RHB Sekuritas.

Perusahaan efek tersebut menyebutkan bahwa PGAS mengonfirmasi solusi LNG untuk menutup kekurangan pasokan. Perseroan mengakui keterbatasan pasokan tahun depan, karena penurunan alami. Pada kontrak bagi hasil (PSC) terbaru untuk Blok Koridor pada Desember 2023, PGAS akan mendapatkan pasokan gas sebanyak 410 mmscfpd dari blok tersebut pada 2024. Kemudian, pasokan akan turun menjadi 129 mmscfpd pada 2028.

Untuk mencegah kekurangan pasokan, PGAS berupaya mengamankan pemasok LNG lokal, yaitu Bontang dan Donggi Senoro. Margin distribusi PGAS berpotensi turun menjadi US$ 1,8/mmbtu karena tambahan biaya LNG. Dengan asumsi 13,4% dari harga minyak Brent, RHB Sekuritas menggunakan harga gas LNG sebesar US$ 11,8/mmbtu pada 2024 (estimasi harga minyak US$ 88/bbl), menghasilkan total biaya LNG sebesar US$ 87 juta.

“Biaya LNG menyumbang 5% dari total biaya distribusi gas. Kami mempertahankan asumsi harga jual di US$ 7,6/mmbtu. Dan, dengan dampak LNG, rata-rata margin distribusi di US$ 1,8/mmbtu dari US$ 1,9/mmbtu,” pungkas RHB Sekuritas.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 6 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia