Minggu, 21 Juni 2026

Aliran Cuan PGN (PGAS) dan Target Harga Baru Sahamnya

Penulis : Jauhari Mahardhika
4 Jun 2024 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Pipa distribusi gas milik PGN (PGAS). (Dok. PGN)
Pipa distribusi gas milik PGN (PGAS). (Dok. PGN)

JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN telah memberikan panduan untuk spread gas kuartal I-2024 yang lebih tinggi dan akan berlanjut sepanjang tahun ini pada kisaran US$ 1,6-1,8/mmbtu. Hal itu dapat menghasilkan margin yang menguntungkan ke depannya.

Spread gas yang lebih tinggi sebesar US$ 1,72/mmbtu menghasilkan peningkatan margin EBITDA PGN sebesar 34,4% pada kuartal I-2024 dan pertumbuhan laba bersih yang kuat menjadi US$ 121,1 juta atau naik 40,8% (yoy),” tulis analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan dalam risetnya.

Menurut dia, venture LNG bersama Petronas berkontribusi US$ 61 juta atau margin spread sebesar US$ 3/mmbtu pada kuartal I-2024. Hal tersebut diperkirakan bisa menambah 5,7% terhadap total pendapatan PGN tahun ini yang ditaksir sebesar US$ 3,7 miliar.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, meski terdapat potensi penjualan saham di ladang Pangkah, kenaikan harga minyak WTI sebesar 8,7% (ytd) memberikan prospek yang kuat terhadap pendapatan Saka Energi, anak usaha PGN, pada kuartal II-2024 dan kemungkinan sepanjang tahun ini.

Saka Energi mencatatkan pendapatan US$ 113,8 juta pada kuartal I-2024, turun 11,8% (yoy) dan menyumbang 12% terhadap pendapatan emiten berkode saham PGAS tersebut. Tahun ini, pendapatan Saka Energi diproyeksikan mencapai US$ 440 juta, naik 5,2% (yoy) dan berkontribusi 13,3% terhadap total pendapatan PGAS.

Namun, terdapat risiko terutama pada pendapatan PGAS, seiring rencana pemerintah memperluas harga gas bumi tertentu (HGBT) yang sebesar US$ 6/mmbtu dari 7 menjadi 11 industri. Skema HGBT yang disubsidi tidak menghasilkan margin bagi PGAS. Jika perluasan itu terjadi, malah berpotensi menurunkan margin keseluruhan PGAS.

Di sisi lain, kabar terkini soal dugaan korupsi dapat berdampak negatif terhadap PGAS. “Jika terbukti bersalah, ini mencerminkan buruknya tata kelola perusahaan,” sebut Farras.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia