Fokus ke Saham Bank Ini Saja, Sudah Ada Sinyal
JAKARTA, investor.id – Meski saham-saham bank masih dalam tekanan jual, namun mulai mereda. Rata-rata harga saham bank besar telah mendekati titik terendahnya. Lantas, saham bank mana yang menjadi prioritas beli dengan potensi cuan tebal?
Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya dan David Chong mengungkapkan bahwa saat ini semua risiko telah diperhitungkan, sehingga membuka peluang kenaikan harga saham bank.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) telah melaporkan pertumbuhan laba month on month (mom) yang lebih cepat pada empat bulan pertama tahun ini, yang didorong oleh penurunan biaya kredit (cost of credit/CoC).
“Selain itu, laba operasional pra-provisi (pre-provisioning operating profit/PPOP) pada empat bulan pertama tahun ini tetap solid, terutama BBRI dan BBCA karena pertumbuhan kredit yang kuat dan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) stabil,” tulis Andrey dan David dalam risetnya.
Adapun pertumbuhan kredit yang tetap kuat pada akhir April didorong oleh percepatan ekspansi kredit BMRI, BBRI, BNGA, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank BJB Tbk (BJBR). NIM pada empat bulan pertama tahun ini tampak stabil dibandingkan periode tiga bulan.
Meski likuiditas ketat, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan BJBR berhasil meningkatkan NIM secara bulanan. Biaya kredit pun tetap stabil. “Namun, saat BBRI mulai mengurangi biaya kredit, bank lain seperti BBCA, BNGA, dan BJBR mencatat peningkatan biaya kredit secara bulanan,” jelas Andrey dan David.
Pada April, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih lambat dari pertumbuhan kredit menyebabkan likuiditas ketat. Namun, BMRI, BBNI, dan BNGA mengalami percepatan pertumbuhan DPK. Ada sedikit peningkatan rasio dana murah (current account saving account/CASA), dimana BBCA, BBNI, BBRI, dan BJBR melaporkan peningkatan.
Selain itu, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) juga meningkat, terutama BJBR. Sedangkan bank lain mempertahankan tingkat LDR yang relatif stabil.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






