HMSP Mau Lewat, GGRM Minggir Dulu
JAKARTA, investor.id – Sepanjang bulan Juni, hanya Djarum yang menaikkan harga sebesar 2,8-2,9% untuk produk Djarum Super Mild dan LA Bold. Produsen lain, seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) masih menahan harga produknya.
Kenaikan harga oleh Djarum cukup agresif, mengingat harga produk mereka lebih murah dibandingkan dua pemain besar lainnya, Gudang Garam dan HM Sampoerna. Saat ini, masih ada ruang bagi Djarum untuk menaikkan harga produk lainnya, karena harga per batang di setiap segmen saat ini sedikit lebih rendah dibandingkan pesaing.
“Minimnya kenaikan harga pada kuartal II-2024 dapat menekan margin laba kotor (gross profit margin/GPM) Gudang Garam (GGRM) dan HM Sampoerna (HMSP), menyusul kenaikan cukai tahun 2024,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Pada kuartal I-2024, GPM HMSP mencapai 16,3%. RHB memperkirakan kenaikan harga 2,1% pada kuartal II-2024 untuk produk A-Mild dapat menyebabkan GPM menyusut ke 13-14%.
Sedangkan kenaikan harga 3-5% (qoq) di segmen full flavour (FF) GGRM akan membuat produk FF-nya menjadi paling mahal. Kenaikan harga tersebut sebagian bakal mengimbangi penurunan GPM, meski volume penjualan juga terpengaruh. RHB memperkirakan GPM GGRM pada kuartal II-2024 akan turun menjadi 8% dari 10,6% pada kuartal I-2024.
Pada umumnya, perusahaan tembakau perlu mengimbangi beban cukai sebesar 70-80% pada semester I atau paling tidak GPM kuartal I harus melebihi GPM tahun sebelumnya. Hal itu untuk menjaga stabilitas atau meningkatkan GPM tahun berjalan.
Hingga semester I-2024, kenaikan harga produk GGRM dan HMSP hanya mengimbangi 30-50% dari kenaikan cukai. Karena itu, kenaikan harga pada kuartal III-2024 perlu mengimbangi 50-70% dari kenaikan cukai.
“Itu berarti diperlukan kenaikan harga 6-8% lagi pada kuartal III-2024 untuk mempertahankan GPM. Kami perkirakan GGRM dan HMSP akan ikut menaikkan harga di Juli,” sebut RHB.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






