Minggu, 21 Juni 2026

HMSP Mau Lewat, GGRM Minggir Dulu

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Jun 2024 | 13:30 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas produksi PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di Karawang, Jawa Barat. (Foto: HM Sampoerna)
Salah satu fasilitas produksi PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di Karawang, Jawa Barat. (Foto: HM Sampoerna)

Sementara itu, kenaikan upah minimum yang lebih rendah, rata-rata di bawah 5% dibandingkan 2023 yang sebesar 7,5%, bakal membatasi pertumbuhan volume penjualan. Sebab rata-rata kenaikan harga sigaret kretek mesin (SKM) perlu mencapai 9% untuk mengimbangi kenaikan cukai.

Minimnya kenaikan harga untuk mendukung pertumbuhan volume penjualan perusahaan rokok dapat menekan GPM. Perusahaan tembakau diperkirakan bakal lebih fokus pada profitabilitas, karena posisi GPM yang lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi. “Kami memproyeksikan volume penjualan akan datar atau turun akibat aksi downtrading,” jelas RHB.

Meski begitu, RHB lebih menyukai HMSP karena eksposur lebih besar pada sigaret kretek tangan (SKT). “Saat ini, HMSP merupakan pilihan yang lebih baik bagi investor karena eksposurnya lebih tinggi di segmen SKT, yang menyumbang 30% terhadap total pendapatan HMSP. Sedangkan GGRM kurang dari 10%,” ungkap RHB.

ADVERTISEMENT

Adapun peralihan ke SKT yang lebih murah akan menguntungkan HMSP dan dapat mempertahankan pertumbuhan volume yang datar, meski terjadi penurunan di industri. Untuk industri tembakau, RHB mempertahankan rating netral, dengan HMSP sebagai saham pilihan teratas. Rekomendasi untuk saham HMSP adalah buy. Target harganya dipatok Rp 970.

Hingga berita ini ditayangkan, saham HMSP bertengger pada harga Rp 695. Dengan demikian, potensi cuan saham HMSP masih tebal, hampir 40%.

Risiko penurunannya jika daya beli lebih lemah dari perkiraan, perdagangan rokok ilegal di kota tier-2, dan harga tembakau yang lebih tinggi. Namun, apabila daya beli konsumen lebih baik berkat pendapatan yang lebih tinggi dan inflasi lebih rendah, itu akan menjadi katalis positif.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 17 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia