Minggu, 21 Juni 2026

HMSP Mau Lewat, GGRM Minggir Dulu

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Jun 2024 | 13:30 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas produksi PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di Karawang, Jawa Barat. (Foto: HM Sampoerna)
Salah satu fasilitas produksi PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di Karawang, Jawa Barat. (Foto: HM Sampoerna)

JAKARTA, investor.id – Sepanjang bulan Juni, hanya Djarum yang menaikkan harga sebesar 2,8-2,9% untuk produk Djarum Super Mild dan LA Bold. Produsen lain, seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) masih menahan harga produknya.

Kenaikan harga oleh Djarum cukup agresif, mengingat harga produk mereka lebih murah dibandingkan dua pemain besar lainnya, Gudang Garam dan HM Sampoerna. Saat ini, masih ada ruang bagi Djarum untuk menaikkan harga produk lainnya, karena harga per batang di setiap segmen saat ini sedikit lebih rendah dibandingkan pesaing.

“Minimnya kenaikan harga pada kuartal II-2024 dapat menekan margin laba kotor (gross profit margin/GPM) Gudang Garam (GGRM) dan HM Sampoerna (HMSP), menyusul kenaikan cukai tahun 2024,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Pada kuartal I-2024, GPM HMSP mencapai 16,3%. RHB memperkirakan kenaikan harga 2,1% pada kuartal II-2024 untuk produk A-Mild dapat menyebabkan GPM menyusut ke 13-14%.

Sedangkan kenaikan harga 3-5% (qoq) di segmen full flavour (FF) GGRM akan membuat produk FF-nya menjadi paling mahal. Kenaikan harga tersebut sebagian bakal mengimbangi penurunan GPM, meski volume penjualan juga terpengaruh. RHB memperkirakan GPM GGRM pada kuartal II-2024 akan turun menjadi 8% dari 10,6% pada kuartal I-2024.

Pada umumnya, perusahaan tembakau perlu mengimbangi beban cukai sebesar 70-80% pada semester I atau paling tidak GPM kuartal I harus melebihi GPM tahun sebelumnya. Hal itu untuk menjaga stabilitas atau meningkatkan GPM tahun berjalan.

Hingga semester I-2024, kenaikan harga produk GGRM dan HMSP hanya mengimbangi 30-50% dari kenaikan cukai. Karena itu, kenaikan harga pada kuartal III-2024 perlu mengimbangi 50-70% dari kenaikan cukai.

“Itu berarti diperlukan kenaikan harga 6-8% lagi pada kuartal III-2024 untuk mempertahankan GPM. Kami perkirakan GGRM dan HMSP akan ikut menaikkan harga di Juli,” sebut RHB.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 11 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia