Minggu, 21 Juni 2026

Barito Renewables (BREN) Kembali Rajai Top Market Cap usai Keluar dari FCA

Penulis : Jauhari Mahardhika
21 Jun 2024 | 21:12 WIB
BAGIKAN
Layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di  Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok. B-Universe Photo)
Layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) langsung menggebrak pada hari pertama usai keluar dari papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menerapkan mekanisme lelang berkala secara penuh (Full Periodic Call Auction/FCA). BREN kembali menempati peringkat 1 dalam hal kapitalisasi pasar (market cap).

Berdasarkan data BEI, Jumat (21/6/2024), nilai market cap BREN mencapai Rp 1.217 triliun. BREN lagi-lagi menggeser PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. BBCA harus turun ke peringkat 2, dengan market cap Rp 1.172 triliun.

Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di peringkat 3 dengan market cap Rp 798 triliun. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di peringkat 4 dengan market cap Rp 746 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di peringkat 5 dengan market cap Rp 666 triliun.

ADVERTISEMENT

Kemudian, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di peringkat 6, market cap Rp 566 triliun. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di peringkat 7, market cap Rp 506 triliun. PT Telkom Indonesia (TLKM) di peringkat 8, market cap Rp 292 triliun.

Setelah itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di peringkat 9 dengan market cap Rp 185 triliun dan PT Astra International Tbk (ASII) di peringkat 10, market cap Rp 182 triliun.

Adapun market cap gabungan dari 10 emiten elite tersebut mencapai Rp 6.330 triliun atau 54% dari total market cap bursa yang mencapai Rp 11.719 triliun.

Berikut adalah top 10 market cap di BEI:

1. BREN Rp 1.217 triliun.

2. BBCA Rp 1.172 triliun.

3. AMMN Rp 798 triliun.

4. TPIA Rp 746 triliun.

5. BBRI Rp 666 triliun.

6. BMRI Rp 566 triliun.

7. BYAN Rp 506 triliun.

8. TLKM Rp 292 triliun.

9. DSSA Rp 185 triliun.

10. ASII Rp 182 triliun.

Revisi Aturan Papan Pemantauan Khusus 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia