Rekomendasi Terbaru Saham Astra (ASII): Rating Naik, Target Harga?
JAKARTA, investor.id – Penjualan kendaraan roda empat (4W) selama Januari-Mei 2024 masih lemah, namun diperkirakan bakal membaik pada semester II-2024. Lantas, bagaimana dampaknya terhadap saham PT Astra International Tbk (ASII)?
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry mengungkapkan bahwa penjualan mobil secara grosir (wholesale) pada Mei 2024 yang mencapai 71,2 ribu unit – naik 47% qoq, tapi turun 13% yoy – mendorong penjualan selama Januari-Mei 2024 menjadi 334,9 ribu unit, turun 21% yoy, namun sejalan dengan perkiraan.
Penjualan selama Januari-Mei 2024 tersebut mencapai 39% dan 30% dari perkiraan setahun penuh menurut BRI Danareksa Sekuritas dan Gaikindo. Catatan positif lainnya, penjualan mobil dalam tiga bulan terakhir tampak stabil. “Ada ruang untuk perbaikan pada semester II-2024 dengan model-model baru,” tulis Richard dalam risetnya.
Sementara itu, penjualan ritel mobil selama Januari-Mei 2024 sebanyak 361,6 ribu unit atau turun 14% yoy. Adapun dalam tiga bulan terakhir, hanya sedikit/tidak ada kelebihan stok di dealer, karena penjualan ritel tetap lebih tinggi dibandingkan grosir. Tren tersebut terjadi sejak Januari 2024.
“Diskon harga mobil oleh dealer pada Mei 2024 juga kurang agresif. Diskon hanya sekitar 7% dari harga OTR (on the road) dibandingkan April 2024 yang sekitar 8%,” ungkap Richard.
Dengan begitu, BRI Danareksa Sekuritas meningkatkan asumsi margin otomotif menjadi 1,5% pada 2024 dari sebelumnya yang di bawah 1%. Adapun pada kuartal I-2024 mencapai 1,5%. BRI Danareksa Sekuritas juga menaikkan estimasi laba bersih 2024 sebesar 1,4%.
“Pangsa pasar mobil Astra International (ASII) menjadi normal, setelah mendapatkan momentum pada Mei 2024,” sebut dia.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






