Rekomendasi Terbaru Saham Astra (ASII): Rating Naik, Target Harga?
Pada Mei 2024, penjualan mobil merek Toyota, Daihatsu, dan Isuzu meningkat 54% mom atau turun 12% yoy. Realisasi itu melampaui pertumbuhan industri yang naik 47% mom atau terkoreksi 13% yoy.
Hal itu menyiratkan pangsa pasar Astra International sebesar 58% pada Mei 2024 dibandingkan rata-rata pangsa pasar perseroan pada Januari-April 2024 yang sebesar 56%. Pangsa pasar emiten berkode saham ASII tersebut pada Mei 2024 sejalan dengan rata-rata pada 2023.
Namun, pangsa pasar ASII pada Mei 2024 diperkirakan hanya terjadi satu kali atau kemungkinan tidak dapat dipertahankan, karena persaingan yang ketat dengan merek-merek baru dari China, seperti BYD dan Chery, pada tahun ini dan seterusnya.
Meski demikian, pangsa pasar ASII diprediksi hanya bakal sedikit turun, yaitu sebesar 120 bps (yoy), menjadi 55% pada 2024. Itu masih lebih tinggi dari rata-rata selama 10 tahun yang sebesar 53%. Sebab mobil model ICE (internal combustion engine) dan hybrid (HEV) diprediksi akan mempertahankan dominasinya sekitar 90% dari total penjualan.
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas meningkatkan rating saham ASII menjadi buy dari sebelumnya hold. Namun, target harga saham ASII berbasis SOTP tidak berubah alias tetap sebesar Rp 5.100.
Saat ini, ASII diperdagangkan pada P/E sebesar 5,7 kali atau standar deviasi (SD) -1,5 dari rata-rata 8 tahun. Risiko utamanya jika model-model baru pada semester II-2024 gagal mendongkrak penjualan dan terjadi penurunan kualitas aset di segmen keuangan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






